Home Agri Bisnis Kelapa Sawit Masih Jadi Komuditas Ekspor Andalan
Agri BisnisPerdagangan

Kelapa Sawit Masih Jadi Komuditas Ekspor Andalan

Share
Karyawan perkebunan PT Amal Tani memperlihatkan brondolan tandan buah kelapa sawit sebelum dibawa ke pabrik pengolahan, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, baru baru ini. Harga komuditas tersebut yang diproyeksikan naik pada bulan Ramadan, justru anjlok ke level terendah sejak Desember 2015 atau level terendah baru sepanjang 2016. PotretBisnis/Andi Rambe
Share

PotretBisnis.com, JAKARTA– Kementerian Perdagangan masih akan mengandalkan produk turunan kelapa sawit, salah satunya minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk menggenjot ekspor tahun ini yang ditargetkan tumbuh 11 persen.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan bahwa barang yang diekspor tak hanya berupa bahan mentah melainkan juga produk turunan dari CPO. Dengan demikian, ada nilai tambah dari penjualan ekspor tersebut.

“Negara tujuan ekspor utama Indonesia untuk berbagai macam produk ke Tiongkok lalu Jepang,” ungkap Arlinda, Jumat (9/3).

Tak hanya itu, Singapura juga akan menjadi tujuan utama ekspor dari Indonesia. Arlinda menyebut, Presiden Joko Widodo juga meminta agar ekspor dilakukan ke Timur Tengah dan Asia Selatan kemudian ke Afrika dan Amerika Latin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah juga akan mendorong ekspor produk makanan dan minuman (Mamin) , kertas, serta barang yang terbuat kayu. Untuk Mamin sendiri, Arlinda meng­inginkan ekspor pengolahan ikan dan udang ikut terdongkrak tahun ini.

“Kalau barang dari kayu contohnya mebel, target dari mereka (pengusaha furniture) US$5 miliar,” terang Arlinda.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Sunoko menyebut ekspor yang dilakukan tidak berupa bahan baku, melainkan barang jadi yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Kami saat ini sudah dibantu oleh beberapa kementerian, baik berupa regulasi maupun dana sponsor,” ucap Sunoko. Saat ini, menurut dia, pengusaha mebel dan kerajinan dalam negeri berniat bekerja sama dengan investor dari Tiongkok untuk ikut mengolah bahan baku dari Indonesia menjadi barang jadi.

Ia berharap, ekspor mebel ke Tiongkok mencapai US$1,3 miliar. Kerja sama ini dianggap Sunoko sebagai langkah yang tepat dibandingkan bila harus saling berkompetisi.

“Bila perang dan kompetisi kami tidak akan menang, jadi satu-satunya cara harus bermitra,” tutupnya. (PotretBisnis/cnn)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Perdagangan

Pedagang Laporkan Lotte Grosir Medan ke Polda Sumut, Dugaan Kerugian Hampir Rp2 Miliar

PotretBisnis.Com, MEDAN-Fitra Burnama Indera (42), seorang pedagang, melaporkan Lotte Grosir Medan yang...

Agri Bisnis

Danau Toba APRC 2022 Sukses Digelar di Area konsesi TPL

PotretBisnis.com, SIMALUNGUN-Penutupan Kejuaraan Danau Toba Asia-Pacific Rally Championship (APRC) 2022 di Terminal...

Agri Bisnis

Wagub Ijeck Kunjungi Stan Produk UMKM Binaan TPL

PotretBisnis.com, AEK NAULI-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah, mengunjungi stan produk-produk...

Perdagangan

Bazar Produk Unggulan UKM, Upaya Kembangkan dan Naik Kelas UMKM Kota Medan

PotretBisnis.com, MEDAN- Dimasa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution pemberdayaan UMKM merupakan...