Home Agri Bisnis Dari Pembalak Mangrove, Aliandi Kini Jadi Penggerak Ekowisata di Langkat
Agri Bisnis

Dari Pembalak Mangrove, Aliandi Kini Jadi Penggerak Ekowisata di Langkat

Share
Share

PotretBisnis.Com, LANGKAT– Dulu menebang hutan mangrove untuk mencari penghasilan, kini Aliandi Sahputra justru menjadi penjaga sekaligus penggerak ekowisata di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pria berusia 45 tahun itu mengaku pernah menjadi pembalak mangrove pada 1998 hingga 2000. Saat itu, pohon-pohon mangrove ditebang dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Namun, seiring waktu, Aliandi mulai menyadari dampak dari kerusakan hutan mangrove terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Kesadaran tersebut kemudian mengubah jalan hidupnya.

Aliandi mulai mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga mangrove sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan. Bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, upaya tersebut kemudian berkembang melalui program Pematang Buluh Ekotourism.

Kawasan ekowisata ini berada di dalam Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati hamparan hutan mangrove, tetapi juga mengenal ekosistem pesisir serta pentingnya menjaga kelestariannya.

Pematang Buluh Ekotourism kini mulai menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Mereka datang untuk menyusuri kawasan mangrove sekaligus mendapatkan edukasi mengenai lingkungan.

Bagi Aliandi, mangrove kini bukan lagi sekadar sumber penghasilan. Hutan tersebut merupakan pelindung kawasan pesisir, habitat berbagai satwa, sekaligus sumber kehidupan masyarakat.

Pengembangan ekowisata juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Masyarakat dapat memperoleh penghasilan dari kegiatan wisata tanpa harus merusak hutan mangrove.

Perjalanan Aliandi menjadi gambaran bagaimana pengalaman masa lalu dapat mengubah cara pandang terhadap lingkungan. Dari orang yang pernah menebang mangrove, ia kini berada di garis depan untuk menjaga dan memperkenalkan manfaatnya kepada masyarakat.

Dari hutan yang dahulu ditebang, kini tumbuh harapan untuk menjaga alam, mengedukasi generasi muda, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. (PB/T Angga Panjaitan)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Agri Bisnis

Danau Toba APRC 2022 Sukses Digelar di Area konsesi TPL

PotretBisnis.com, SIMALUNGUN-Penutupan Kejuaraan Danau Toba Asia-Pacific Rally Championship (APRC) 2022 di Terminal...

Agri Bisnis

Wagub Ijeck Kunjungi Stan Produk UMKM Binaan TPL

PotretBisnis.com, AEK NAULI-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah, mengunjungi stan produk-produk...

Agri BisnisJasaTerkini

Dukung Digelarnya UCP, Bobby Nasution: Semoga Tumbuhkan Minat Anak Muda Berwirausaha

PotretBisnis.com, MEDAN-Pemko Medan menyambut baik digelarnya event Urban Coffee Project (UCP) di...

Agri Bisnis

TPL Sayangkan Aksi Kekerasan Kelompok Lamtoras di Konsesi Hutan Tanaman Industri Perusahaan

PotretBisnis.com, PARMAKSIAN- PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) sangat menyayangkan terjadinya aksi...