PotretBisnis.Com, MEDAN-Optimalisasi pendapatan daerah tidak harus dilakukan dengan menaikkan pajak. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, langkah utama yang perlu dilakukan adalah menutup kebocoran penerimaan melalui sistem pemantauan yang transparan dan berbasis digital.
Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Digital Bapenda Kota se-Indonesia di Grand City Hall Medan, Kamis (29/10/2026).
Rico menyoroti laporan pajak sebuah restoran yang hanya mencatat pendapatan Rp17 juta, meski aktivitas usahanya terlihat ramai. Ia pun mempertanyakan kewajaran laporan tersebut dan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melakukan pemantauan selama sepekan.
“Saya nggak yakin ini Rp17 juta. Kok rasanya nggak mungkin,” ungkap Rico.
Untuk mencegah kebocoran penerimaan, Pemko Medan mengembangkan sistem digital Qresto yang memungkinkan pemisahan pembayaran pajak secara langsung saat transaksi berlangsung. Dengan sistem ini, penerimaan pajak dapat dipantau secara real time tanpa harus menunggu pelaporan bulanan.
“Saya langsung bisa split pada saat itu juga, real time. Sehingga tidak perlu menunggu self-assessment selama satu bulan,” ujarnya.
Rico menyebut Sushi Tei sebagai pengguna pertama sistem tersebut. Ia berharap digitalisasi serupa dapat diperluas ke sektor pajak lainnya, termasuk hiburan dan parkir, sehingga pengawasan penerimaan daerah semakin transparan.
Didampingi Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap dan Pj. Sekda Erfin Fachrurrazi, Rico menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat harus kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Pajak daerah itu uang dari masyarakat, dititipkan kepada pemerintah, dikembalikan ke masyarakat,” tegasnya.
Menurut Rico, digitalisasi bukan sekadar mempermudah pemungutan pajak, tetapi juga memastikan pengelolaan keuangan daerah lebih transparan dan akuntabel.
Dalam forum bertema “Sinergi Penguatan Fiskal melalui Transparansi dan Digitalisasi” tersebut, Rico juga menjadi pembicara bersama Direktur Pendapatan Daerah Kemendagri Teguh Narutomo, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wishnu Badrawani, serta Direktur Keuangan PT Bank Sumut (Perseroda) Ahmad Faisal Daulay.
Leave a comment