PotretBisnis.Com, MEDAN- Keberagaman budaya Indonesia menjadi kekuatan yang perlu terus direkam dan dilestarikan. Salah satunya melalui fotografi yang mampu mengabadikan berbagai sisi kehidupan masyarakat dalam satu bingkai kebinekaan.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan dalam kegiatan “Semarak Budaya, Dalam Satu Bingkai Kebinekaan: Ketika Fotografi Bercerita tentang Indonesia” di Anjungan Gedung Melayu, Jalan Setia Budi, Medan, Rabu (23/9/2026).
Sofyan Tan mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat plural dengan kekayaan suku, bahasa, dan budaya. Keberagaman tersebut tidak hanya terlihat dari adat istiadat dan pakaian, tetapi juga makanan serta berbagai aktivitas kehidupan masyarakat di setiap daerah.
Menurutnya, kekayaan budaya tersebut perlu direkam secara baik agar menjadi arsip bagi generasi mendatang. Fotografi, kata Sofyan, memiliki peran penting karena mampu merekam adat istiadat, pakaian tradisional, sajian makanan, tarian, hingga berbagai aktivitas masyarakat.
“Fotografi itu sebagai arsip visual kebudayaan,” ujar Sofyan.
Selain menjadi arsip kebudayaan, Sofyan menyebut fotografi dapat menjadi cermin sekaligus pembentuk identitas, sarana pendidikan dan diplomasi budaya, serta alat kritik sosial. Sebuah foto dapat menyampaikan pesan tentang keberagaman, persaudaraan, kondisi sosial, hingga berbagai persoalan masyarakat tanpa membutuhkan banyak tulisan.
Ia mencontohkan foto anak-anak dari latar belakang suku berbeda yang saling berbagi makanan. Menurutnya, satu foto sederhana dapat menggambarkan pesan tentang persaudaraan dan kedamaian dalam keberagaman Indonesia.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), Sofyan juga mengingatkan fotografer agar tidak kehilangan kreativitas dan profesionalisme. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi kepekaan dan perasaan manusia tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya fotografi.
“Meskipun satu bidikan foto hanya sedetik, tetapi dia akan meninggalkan kesan sepanjang zaman,” katanya.
Sementara itu, Ketua PFI Medan, Risky Cahyadi, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya profesi fotografer. Menurutnya, fotografi tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga merekam berbagai peristiwa dan kehidupan masyarakat.
“Fotografi dapat merekam dan menjadi memori untuk generasi yang akan datang,” tutupnya. (PB/Andi)
Leave a comment