PotretBisnis.com, TOBA-Danau Toba saat ini kian berbenah menjadi destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Meski tujuan kelasnya bertaraf internasional, wisata Danau Toba tidak harus bertingkah laku seperti Bali.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Jimmy Bernando Panjaitan, menyatakan hal tersebut di hadapan awak media saat menggelar jumpa pers pertengahan Februari 2024 lalu.
Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo, adalah 5 DPSP yang diusung pemerintah untuk meraup pemasukan negara dari industri pariwisata.
Baca juga: BPODT Rencanakan Pembangunan Dua Proyek Besar di Toba Caldera Resort Tahun Ini
“Seperti yang kita ketahui, Danau Toba inikan sudah ditetapkan pemerintah menjadi destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.”
“Tujuannya itu memang inginnya kita jadi destinasi pariwisata berkelas internasional bukan hanya sekedar nasional, tapi internasional.”
“Betul-betul seperti yang dicita citakan oleh pak Jokowi. Beliau ingin ada Bali-bali yang lain. Bali yang diharapkan kita semua,” kata Jimmy Bernando.

Pria berdarah Batak ini berharap, Danau Toba tidak mencontoh segala sesuatunya tentang Bali bila ingin mensukseskan program tersebut.
“Jadi dari sini kita berharap, bukan berarti kita harus seperti Bali, budaya kita harus seperti Bali, keramah tamahan kita seperti Bali.”
“Itu maksudnya sukses seperti Bali. Bagaimana Bali bisa dikenal sangat luas di dunia,” ujar Jimmy.
Jimmy memberi contoh betapa terkenalnya Bali dibanding Indonesia sendiri. Danau Toba juga diharapkan menjadi ikon negara seperti Pulau Dewata tersebut.
“Bahkan beberapa orang lebih kenal Bali dengan Indonesia. Seperti itulah kita diharapkan seterkenal itu dengan tetap punya kearifan lokal sendiri,” ungkapnya.
Baca juga: Kolaborasi BPODT dan Jurnalis Ciptakan Iklim Investasi Dukung Pembangunan Pariwisata Super Prioritas Danau Toba
Harapan lain yang disampaikan Jimmy adalah, tidak mengubah kebiasaan atau karakter masyarakat di kawasan Danau Toba. Dia meminta, Danau Toba yang ada saat ini, biar tetap seperti saat ini.
“Karakter masyarakat, budaya, agama, apalagi kebiasaan, tradisi yang ada di kawasan Danau Toba biar seperti itu. Jangan kita ubah semuanya menjadi Bali, tidak seperti itu ya,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia sendiri, menurut Jimmy sudah banyak membangun infrastruktur. Beberapa diantaranya adalah jalan tol sebagai akses menuju Danau Toba.
“Apalagi, pemerintah Indonesia dan pak Jokowi memberikan konsentrasi kepada pembangunan di kawasan Danau Toba. Dilihat dari pembangunan jalan tol, yang kini dapat dirasakan lebih dekat dari Medan ke Danau Toba ini,” kata Jimmy. (PB-Budi Hermansyah)









