PotretBisnis.com, TOBA – Dua proyek baru direncanakan untuk dibangun di wilayah yang berada di bawah pengawasan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) di Toba Caldera Resort, Sumatera Utara.
Direktur Investasi Badan Pengembangan Obyek Wisata Danau Toba (BPODT) yang juga menjabat sebagai Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan, Raja Malem Tarigan, mengumumkan bahwa proses peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk kedua proyek direncanakan akan dilaksanakan pada semester I dan semester II tahun 2024.
Proyek pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Mixed-use Village di area lot CV-04 yang memiliki luas seluas 7,4 hektar. Area tersebut direncanakan akan menawarkan beragam fasilitas seperti pusat kuliner, pusat belanja, spot foto, area outbond, dan atraksi pendukung lainnya.
Pihak yang bertanggung jawab dalam merealisasikan proyek Mixed-use Village ini adalah PT Mitra Jaya Realty, pengembang properti yang berbasis di Jakarta.

“Kami saat ini berada dalam tahap finalisasi desain dan rencana tahapan pembangunan Mixed-Use Village ini. Kami berharap dapat melakukan groundbreaking pada bulan Maret, paling lambat April tahun ini,” ungkap Raja Tarigan dalam sebuah konferensi pers awal tahun di Kantor BPODT, pada hari Selasa (20/2/2024).
Sementara itu, proyek kedua, BPODT akan menyelenggarakan proses tender untuk pemanfaatan aset lot SR-08 (Lake View Resort) pada semester pertama tahun ini. Saat ini sedang menjajaki potensi investor yang akan berpartisipasi dalam tender tersebut.
Lake View Resort merupakan bagian dari kawasan ujung North Ridge District (bagian selatan) di Toba Caldera Resort yang diperuntukkan khusus bagi villa-villa dengan kapasitas antara 40 hingga 60 kamar, dan meliputi luas sekitar 5 hektar.
“Kami telah melakukan diskusi intensif dengan salah satu investor. Bahkan, investor tersebut telah menugaskan arsitek nasional terkemuka, Yori Antar, untuk memulai desain kawasan ini. Villa-villa ini akan didesain dengan konsep rumah tradisional yang mewakili masing-masing puak Batak,” terang Raja.
Adanya penambahan investor di Toba Caldera Resort, BPODT memandang optimis bahwa peluang investasi di masa depan akan terus meningkat, menarik bagi para calon investor.
“BPODT akan terus menambah berbagai atraksi menarik untuk memperkaya pengalaman wisata para pengunjung dan mendukung industri pariwisata di Kawasan Danau Toba,” tambahnya.
Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) memiliki lahan zona otoritatif seluas 386,72 hektar yang terletak di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, yang dikenal dengan sebutan Toba Caldera Resort (TCR).
Sejak bulan Juli 2021, di kawasan TCR telah berdiri penginapan Bobocabin Kaldera Toba yang dimiliki oleh Bobobox, yang terdiri dari 12 kabin. Selain itu, BPODT juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa investor, termasuk PT Labersa Hutahaean untuk pengembangan hotel bintang lima, dan PT Tobanta Nauli Indah untuk pengembangan hotel keluarga.











