PotretBisnis.Com, MEMPAWAH- Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi melayani kegiatan petikemas perdana. Kehadiran layanan ini menjadi tonggak baru pengembangan Terminal Kijing sejak diresmikan pada 2022 sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan industri di Kalimantan.
Pelayanan petikemas perdana tersebut merupakan hasil sinergi Pelindo Group melalui Pelindo Regional 2 Pontianak, PT Pelindo Multi Terminal melalui anak usahanya PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), serta PT Pelindo Terminal Petikemas melalui PT IPC Terminal Petikemas.
Kegiatan perdana ditandai dengan kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang melayani rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang. Pada kunjungan perdananya, kapal tersebut membongkar 70 peti kemas kosong di Terminal Kijing.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan pelayanan perdana petikemas merupakan pencapaian strategis dalam upaya menjadikan Terminal Kijing sebagai gerbang logistik modern di Kalimantan Barat.
“Dengan mulai beroperasinya layanan petikemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurutnya, Pelindo terus meningkatkan fasilitas dan peralatan pendukung agar Terminal Kijing mampu memberikan pelayanan yang efisien, aman, dan berstandar internasional.
Terminal Kijing saat ini didukung berbagai fasilitas modern, antara lain dermaga petikemas sepanjang 750 meter dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT, dermaga multipurpose, dermaga curah cair, dermaga curah kering, serta area penumpukan petikemas dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional terminal juga didukung peralatan bongkar muat modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, dan berbagai peralatan penunjang lainnya.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyebut keberhasilan pelayanan perdana tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan Terminal Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis nasional.
“Keberhasilan pelayanan perdana ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas secara optimal. PTP Nonpetikemas berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif serta terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Layanan petikemas melengkapi layanan curah cair, curah kering, dan general cargo yang telah lebih dahulu beroperasi di Terminal Kijing. Kinerja operasional terminal juga menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, Terminal Kijing mencatat throughput sekitar 1,5 juta ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas curah kering sebesar 845 ribu ton dan curah cair sebesar 662 ribu ton.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan kinerja operasional yang meningkat, Terminal Kijing diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik serta mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri di Kalimantan Barat maupun Indonesia secara keseluruhan.








