Home Perbankan BI Pastikan Tak Ada Serangan Dari Peretas
PerbankanUmum

BI Pastikan Tak Ada Serangan Dari Peretas

Share
Share
Pejalan kaki melintas di depan logo Bank Indonesia di Jakarta, belum lama ini. PotretBisnis/Andi Rame
Pejalan kaki melintas di depan logo Bank Indonesia di Jakarta, belum lama ini. PotretBisnis/Andi Rambe

PotretBisnis.com, JAKARTA–  Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak ada serangan dari peretas (hacker) yang bersifat masif pada beberapa waktu terakhir ini, seperti yang diberitakan menimpa institusi perbankan dan bank sentral negara lain.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan jika terdapat serangan pada Sistem Informasi BI, bentuk serangan itu dalam bentuk virus atau upaya peretasan yang sudah dapat diantisipasi.

Oleh karena itu, Ronald menegaskan, tidak ada kerusakan atau kerugian BI yang ditimbulkan oleh serangan peretas.

“Kami beroperasi secara normal, bahkan kami tidak menggunakan fasilitas back up (dukungan cadangan) kami,” ujar Ronald.

“Perlu ditegaskan, tidak ada serangan secara masif terhadap SI (Sistem Informasi) di BI,” tambahnya.

Ronald mengatakan Bank Sentral terus memutakhirkan dan meningkatkan ketahanan sistem informasi untuk mencegah serangan dalam bentuk apapun, termasuk serangan peretasan.

Sebelumnya, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Bank Sentral Korea Selatan dan Bank Indonesia dikabarkan telah diserang gelombang serangan peretas.

Serangan itu menyusul pernyataan kelompok peretas internasional beridenitas Anonim, yang menargetkan bank-bank, termasuk bank sentral, di seluruh dunia.

Namun tidak ada dana yang diambil atau aliran dana yang berhasil diakses para peretas. Serangan yang dilakukan oleh pihak Anonim itu disebut rata-rata hanya berupa DDoS (Distributed Denial of Service).

Bank-bank sentral seperti dilaporkan berita tersebut, dalam kewaspadaan tinggi, terutama pascainsiden serangan kepada Bank Sentral Bangladesh, di mana peretas sempat berupaya menransfer dana sebesar 81 juta dolar AS dari bank itu.

Pada Mei 2016 lalu, anonim yang dikenal kerap menggunakan DDoS, merilis video bahwa mereka akan menjalankan 30 hari “Operasi Icarus” yang menargetkan situs bank-bank sentral. PotretBisnis/Antaranews.com

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Umum

Diduga Bekerja Tak Sesuai RPTKA, Tiga WNA Vietnam Diamankan Imigrasi Kualanamu

PotretBisnis.com, MEDAN - Pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan warga negara asing (WNA) kembali...

Perbankan

Silaturahmi dan Diskusi Bank Muamalat Bersama Jurnalis Medan

PotretBisnis.Com, MEDAN-Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono (tengah)...

Perbankan

Sinergi BPKH-Bank Muamalat Perkuat Layanan Haji Digital di Medan

  PotretBisnis.Com, MEDAN- Kemudahan layanan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan perjalanan ibadah...

Umum

Kejatisu Kejar Kasus KIP Kuliah LLDIKTI Sumut, Rika Terbaru Diperiksa

POTRETBISNI.COM, Medan - Kasus dugaan korupsi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah...