
PotretBisnis.com, MEDAN– Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengawasi langsung proses pengerjaan crossing (pemotongan jalan) di Jalan Jamin Ginting, depan parit besar Jalan Cempaka, Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru, Selasa (25/10) dinihari.
Crossing ini dilakukan untuk mengatasi tersumbatnya gorong-gorong yang ada di bawah Jalan Jamin Ginting. Penyumbatan ini menyebabkan aliran air dari parit besar menuju Sungai Babura terhalang. Akibatnya ketika hujan deras turun, parit besar tidak berfungsi untuk mengalirkan air menuju Sungai Babura, sehingga debit air meluap dan menggenangi jalan maupun rumah warga sekitar.
Dua unit alat berat dan truk dari Dinas Bina Marga diturunkan untuk pengerjakan crossing tersebut. Agar pekerjaan lancar, crossing dilakukan mulai pukul 22.00 WIB.
Pengerjaan diawali dengan menurunkan belasan box culvert berukuran 2 x 2 meter dari atas truk. Setelah itu dilanjutkan dengan pengorekan parit besar menggunakan alat berat untuk membuat tempat dudukan box culvert. Setelah selesai, box culvert pun diturunkan dan diikuti dengan pembelahan Jalan Jamin Ginting. Setelah jalan terbelah, box culvert lainnya dimasukkan sebagai pengganti gorong-gorong.
Warga sekitar sangat mengapresiasi langkah Wali Kota Medan ini. Apalagi mereka melihat Eldin belum meninggalkan lokasi sampai pukul 02.30 WIB. Orang nomor satu di Pemko Medan itu terlihat memberikan sejumlah instruksi, tidak hanya kepada Dinas Bina Marga tetapi juga kepada Camat Medan Baru dan Medan Selayang agar segera ditindaklanjuti.
“Saya ingin persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga Medan bisa dituntaskan,” katanya.
Menurutnya, pengerjaan crossing ini merupakan solusi untuk mengatasi banjir yang selama ini dialami warga di Kelurahan Titi Rantai dan Selayang II.
“Crossing ini harus dilakukan, sebab salah satu gorong-gorong yang ada di bawah jalan ini tersumbat. Sudah itu diameter lubang gorong-gorong hanya 1 meter sehingga terlalu kecil untuk menampung debit air saat hujan deras turun. Itu sebabnya gorong-gorong ini kita ganti dengan box culvert berukuran 2 x 2 meter. Insya Allah pergantian gorong-gorong ini bisa mengatasi banjir yang selama ini terjadi,” ungkapnya.
Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan menargetkan pengerjaan crossing selesai dalam waktu 4 hari. Meski demikian pihaknya mengupayakan secepat mungkin, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Untuk menghindari kelancaran arus lalu lintas terganggu, pengerjaan crossing dilakukan malam hari sampai menjelang pagi.
“Crossing ini kita lakukan untuk membuat saluran baru mengatasi gorong-gorong yang selama ini tersumbat. Fungsinya untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Kelurahan Titi Rantai dan Selayang II. Insya Allah dengan selesainya pengerjaancrossing ini, masyarakat bisa terbebas dari banjir yang selama ini mereka alami,” ujarnya. PotretBisnis/MTD/Ril
Leave a comment