Home Politik Ricky Anthony: Bencana Corona Jangan Sampai Jadi Ajang Korupsi Para Pejabat
PolitikTerkini

Ricky Anthony: Bencana Corona Jangan Sampai Jadi Ajang Korupsi Para Pejabat

Share
Share

PotretBisnis.com, MEDAN–  Ditengah wabah COVID-19, penganggaran dan pengelolaan anggaran tidak lagi melalui mekanisme pembahasan di DPRD yang seperti biasa dilakukan. Pasalnya, Peraturan Perintah Pengganti Undang-undang (Perpu) penanganan Virus Corona yang diterbitkan oleh Presiden Jokowi menjadikan Pemerintah Daerah memiliki kewenangan mengatur anggaran dengan semaunya. Yang pastinya, potensi penyalahgunaan anggaran negara dalam penanganan wabah Covid-19 ini sangat rentan terjadi.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan oleh  Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai NasDem Ricky Anthony.

“Jangan sampai bencana ini menjadi ajang korupsinya para pejabat kotor dan pengusaha hitam,” ungkapnya kepada wartawan,Minggu (3/5/2020).

Ricky Anthony menceritakan hasil pengamatannya di lapangan bahwa masyarakat belum merasakan dampak nyata hasil kerja Pemprov Sumut dalam penanganan wabah COVID-19 di Sumatera Utara. Kinerja Pemerintah, tambah Ricky, hanya sebatas memberi himbauan agar masyarakat berdiam diri dirumah saja. Sementara banyak masyarakat Sumut kini kehilangan penghasilan, bahkan kehilangan pekerjaannya.

“Masyarakat kita sudah frustasi,bisa jadi masyarakat Sumut ini mati karena kelaparan, bukan karena Virus Corona. Jangan Sampai” tegasnya.

Selain itu, Ricky juga melihat langsung ditengah masyarakat begitu banyak kejanggalan yang berindikasi tindakan korupsi terjadi. Seperti bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah yang tak kunjung sampai kepada masyarakat. Tambah lagi, masyarakat yang terdampak Covid-19 tidak masuk dalam data masyarakat penerima bantuan. Ironisnya lagi, data penerima bantuan yang diserahkan perangkat desa diminta untuk dikurangi, yang mengakibatkan perangkat desa menjadi takut untuk melakukan pendataan karena adanya batasan data penerima bantuan.

“Saya berharap KPK turun langsung mengawasi pengelolaan anggaran Pemprov Sumut dalam penanganan COVID-19,jangan sampai anggarannya habis namun masyarakat dibawah ternyata kelaparan,” Ungkap Anggota DPRD Sumut dari dapil Kabupaten Langkat dan Binjai ini.

Ricky mengatakan, kalau saja anggaran penanganan Covid-19 ini dibawah bersama di DPRD Sumut, jelas saran anggota DPRD Sumut penyaluran bantuan ke masyarakat berbentuk uang tunai dengan sistem transfer. Karena, tambah Ricky, dengan sismtem transfer tidak akan habis waktu dan biaya lagi untuk melakukan pengadaan sembako dan proses distribusinya.

“Jika bantuan kepada masyarakat berbentuk uang tunai dengan sistem transfer, pengawasannya akan mudah dilakukan. Masyarakat yang menerima pun langsung dapat menggunakan sesuai dengan kebutuhan masing masing. Karena merekalah yang paling mengetahui apa kebutuhannya,” Ungkap Ricky mengakhiri.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
JasaPolitik

Semarak Budaya dalam Satu Bingkai Kebinekaan, Sofyan Tan: Fotografi Jadi Arsip Visual Kebudayaan

PotretBisnis.Com, MEDAN- Keberagaman budaya Indonesia menjadi kekuatan yang perlu terus direkam dan dilestarikan....

Politik

DPD AKSI Sumut Ajak Masyarakat Dukung Program Asta Cita Pemerintah

PotretBisnis.Com, BATUBARA-Menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi...

Politik

Pimpin Rapat Perdana, Ketua DPW Perindo Sumut Makmur Marpaung Tancap Gas Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

PotretBisnis.com, MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sumatera Utara...

Terkini

Pria di Deli Serdang Ditangkap Bawa Sabu 12,97 Gram, Disimpan di Saku Celana

PotretBisnis.Com,MEDAN — Satresnarkoba Polresta Deli Serdang menangkap seorang pria berinisial FOVT (29),...