Home Politik Akademisi dan Aktivis Berharap Sihar Benahi Lingkungan
PolitikTerkini

Akademisi dan Aktivis Berharap Sihar Benahi Lingkungan

Share
Share
Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus bersama sejumlah narasumber lingkungan hidup dalam bincang bertajuk Dialog Lingkungan "Komitmen Cagubsu/Cawagubsu dalam penyelamatan Lingkungan" di Medan, Kamis malam (7/6/18)
Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus bersama sejumlah narasumber lingkungan hidup dalam bincang bertajuk Dialog Lingkungan “Komitmen Cagubsu/Cawagubsu dalam penyelamatan Lingkungan” di Medan, Kamis malam (7/6/18)
PotretBisnis.com, MEDAN – Akademisi dan aktivis  lingkungan berharap Sihar Sitorus membenahi lingkungan apabila terpilih menjadi Gubernur Sumut nanti. Tugas tersebut harus dilakukan, karena kondisi lingkungan di Sumatera Utara (Sumut) sangat memprihatikan.
Di sela sela acara talk show Inews Dialog, Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Jaya Arjuna mengatakan bahwa tugas penyelamatan lingkungan harus dilakukan pemerintah secepatnya. Karena itu, apabila Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumut nomor urut dua tersebut terpilih maka hari pertama harus fokus pada program penyelenggara penyelamatan lingkungan. Khususnya untuk membuat program penanaman pohon buah seperti yang dilakukan USU saat ini. “Dampaknya kan banyak, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Jadi kita berharap pemerintah ke depan harus lebih fokus pada perbaikan lingkungan,” jelasnya, Kamis (7/6/2018) di Medan.
Jaya Arjuna mengatakan bahwa kerusakan lingkungan saat ini sangat banyak. Salah satu contohnya pengerukan pasir laut di Sumut yang berdampak pada gangguan ekologi dan terancamnya kehidupan warga di sekitar laut. Karena itu harus ada formula dalam penuntasan persoalan lingkungan.
Sementara aktivis lingkungan dari Jakarta, Frans Siahaan juga mengatakan hal yang sama. Saat ini menurut lulusan University of Massachusetts Amerika serikat tersebut, izin yang dikeluarkan pemerintah belum difungsikan sebagai instrumen untuk pengendalian dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang. Karena itu pasangan Djoss yang saat ini  maju di Pemilihan Gubernur Pilgub Sumut memiliki tugas untuk menegakkan hukum atas sejumlah tindakan pelanggaran. Baik pelanggaran administrasi maupun pidana. “Serta memfungsikan ijin sebagai instrumen pengendalian dan penindakan. Karena ini belum terjadi,” paparnya.
Tugas lain menurut Frans adalah meninjau kembali seluruh izin yang ada. Sehingga penerima izin tidak lagi sesuka hati karena adanya tindakan dan pengawasan. “Jangan sembarangan lagi mengeluarkan izin, penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan sektor kehutanan harus dilakukan,” paparnya.
Sementara itu, Dana Tarigan dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut juga mengharapkan hal yang sama. Pemimpin baru nantinya harus melakukan penyelamatan lingkungan khususnya untuk tiga juta hektar hutan di Sumut saat ini. Menurutnya bencana ekologis di Sumut sangat tinggi bahkan dalam satu tahun terakhir mencapai 80 kasus. Termasuk kasus banjir bandang dan longsor.(bcl comm)
Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Politik

DPD AKSI Sumut Ajak Masyarakat Dukung Program Asta Cita Pemerintah

PotretBisnis.Com, BATUBARA-Menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi...

Politik

Pimpin Rapat Perdana, Ketua DPW Perindo Sumut Makmur Marpaung Tancap Gas Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

PotretBisnis.com, MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sumatera Utara...

Terkini

Pria di Deli Serdang Ditangkap Bawa Sabu 12,97 Gram, Disimpan di Saku Celana

PotretBisnis.Com,MEDAN — Satresnarkoba Polresta Deli Serdang menangkap seorang pria berinisial FOVT (29),...

Terkini

Kota Mandiri Bekala Masuk PSN, PND Siap Percepat Pengembangan Kawasan

PotretBisnis.Com, MEDAN- Kota Mandiri Bekala di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masuk...