
PotretBisnis.com, MEDAN-Dinas Peternakan Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2016 ini, menargetkan produksi daging mencapai 153.240 ton dari sejumlah hewan yang biasa dikonsumsi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, drh.Parmohonan Lubis mengatakan, produksi itu diperoleh dari populasi sapi 678.542 ekor, kerbau 133.174, babi 896.297 ekor dan domba/biri-biri 464.378 ekor.
“Secara populasi produksi itu cukup, bahkan lebih dari kebutuhan kita,” kataLubis kepada wartawan, di kantornya, Rabu (6/1/2016).
Namun khusus sapi, ungkap Parmohonan, sampai sekarang masih tetap impor tapi dibawah 10 persen dari target. Pada tahun 2015 impor sapi dari Australia dan New Zeland sebanyak 26.300 ekor, masih tersisa 9.600 ekor lagi yang belum dipotong. Berarti yang dipotong sekira 14.494 ekor.
Dijelaskan dia, jika melihat trendnya maka impor dari tahun ke tahun cenderung menurun, yang sekarang di bawah 10 persen dan lama-lama akan tak ada lagi karena produksi lokal sudah cukup.
Menurutnya, untuk sapi ini memang susah diprediksi produksinya karena ternak itu berada di tangan peternak sehingga harus ada impor. Sebab ternak seperti sapi dan kerbau yang dimiliki peternak tak bisa dipaksa untuk dijual. Terkadang mereka tak mau jual ternaknya karena untuk investasi dan belum butuh uang.
“Banyak yang tetap mempertahankan ternaknya meski ternak itu sudah bisa dipanen,” katanya.
Diungkap Lubis, berbeda dengan ternak ayam potong yang sudah dikelola perusahaan secara professional sehingga hampir dapat dipastikan produksinya.
Dijelaskannyalagi, dengan adanya penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini, Lubis menyebutkan, masuknya sapi dari negara-negara ASEAN tidak bisa dilarang karena sudah kesepakatan bersama dalam KTT ASEAN.
“Cuma yang ditakutkan kalau ada penyakit hewan. Sedangkan hewan dari Australia tidak perlu dikhawatirkan, apalagi sudah dapat sertifikat dari Organization International des Evizootis (OIE) di bawah naungan PBB-khusus menangani penyakit hewan,” ungkapnya.
Disebut Lubis, populasi ternak sapi, kalau ditambah dengan hewan qurban maka jumlahnya tambah 70.000 ekor. Khusus kebutuhan hewan qurban hanya reguler saja, tepatnya pada Idul Adha. Sedangkan secara reguler atau kebutuhan sekira 30.000 ekor per tahun kalau rata-rata 3.000 ekor sapi dipotong per bulan.
Sedangkan pada tahun 2015, jelasnya, target produksi daging 147.463 ton dan sampai Nopember 2015 realisasi 143.741 ton. Target populasi sapi potong 660.703 ekor dan realisasi 666.496 ekor. Target domba/biri-biri 440.000 ekor, realisasi 620.000 ekor. Ayam petelur target 12.876.451 ekor, realisasi 14.962.637 ekor. Ayam pedaging target 46.660.587 ekor dan realisasi 47.659.709 ekor.
“Data realisasi ini diperoleh dari pemotongan yang terjadi di rumah potong hewan,” katanya.
Saat ini, ungkap Lubis, setiap kabupaten/kota ada satu rumah potong hewan (RPH), kecuali Deliserdang ada dua unit. Pemotongan sapi dan kerbau 2.800-3.000 ekor per bulan. “Terbanyak ada di Deliserdang, namun dagingnya sebagian besar dijual ke Medan,” sebut Lubis. (PotretBisnis/M isya)
Leave a comment