Home Perdagangan Menperin Airlangga Tinjau Pabrik GarudaFood
Perdagangan

Menperin Airlangga Tinjau Pabrik GarudaFood

Share
Share
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) bersama CEO GarudaFood Group Hardianto Atmadja (kedua kiri), Direktur GarudaFood Group Rudy Brigiandan (kedua kanan) saat meninjau proses produksi biskuit di pabrik GarudaFood Gresik, Jawa Timur, Rabu (21/12). GarudaFood  Group menginvestasikan dana sebesar Rp. 2 Triliun di tahun 2016 untuk pengembangan pabriknya. Keseriusan dan komitmen GarudaFood Group  dalam memberikan produk terbaik dan berkualitas bagi pelanggan dibuktikan dengan perolehan Sertifikat SNI Biskuit yakni SNI 2973; 2011 yang berlaku untuk seluruh produk crackers, cookies dan wafer, serta meraih penghargaan kategori EMAS pada SNI Award 2016. PotretBisnis/Andi Rambe/Rel GF
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) bersama CEO GarudaFood Group Hardianto Atmadja (kedua kiri), Direktur GarudaFood Group Rudy Brigiandan (kedua kanan) saat meninjau proses produksi biskuit di pabrik GarudaFood Gresik, Jawa Timur, Rabu (21/12). GarudaFood Group menginvestasikan dana sebesar Rp. 2 Triliun di tahun 2016 untuk pengembangan pabriknya. Keseriusan dan komitmen GarudaFood Group dalam memberikan produk terbaik dan berkualitas bagi pelanggan dibuktikan dengan perolehan Sertifikat SNI Biskuit yakni SNI 2973; 2011 yang berlaku untuk seluruh produk crackers, cookies dan wafer, serta meraih penghargaan kategori EMAS pada SNI Award 2016. PotretBisnis/Andi Rambe/Rel GF

PotretBisnis.com, GRESIK– Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke pabrik biskuit GarudaFood di Gresik, Jawa Timur (21/12). Didampingi oleh Hardianto Atmadja CEO GarudaFood Group dan Rudy Brigianto Manufacturing Director GarudaFood Group. Kunjungan Menperin ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan jajaran direksi dan manajemen GarudaFood Group di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta (19/12).  Sekaligus  mengawal dan memastikan bahwa industri prioritas nasional terus berkembang ke arah yang lebih baik sekaligus mengetahui berbagai kendala serta kebutuhan yang dihadapi industri sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah untuk mengambil kebijakan.

 

Sebagai salah satu sentra produksi biskuit dengan merek Gery & Chocolatos, GarudaFood Group berkomitmen untuk mematuhi segala peraturan pemerintah yang berlaku untuk industri makanan minuman di Indonesia. Salah satunya dibuktikan dengan perolehan Sertifikat SNI Biskuit yakni SNI 2973; 2011 yang berlaku untuk seluruh produk crackers, cookies dan wafer. Produk GarudaFood juga telah mendapatkan sertifikasi Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat – Obatan & Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPOM MUI), yang menyatakan bahwa kehalalan produk tersebut telah sesuai dengan syarikat Islam. GarudaFood Group juga telah mendapatkan Sertifikat Jaminan Halal (SJH) dari LPPOM MUI, sertifikat ini berhasil diraih berdasarkan hasil audit lebih dar 3 kali mendapatkan nilai A.

 

“Pabrik biscuit kami ini menyerap 3.353 tenaga kerja serta menggunakan 93% bahan baku lokal  serta 7% bahan baku impor. Investasi Group sendiri untuk tahun ini sebesar Rp. 2 Triliun, untuk menunjang komitmen kami untuk terus berupaya menghasilkan produk terbaik dan berkualitas bagi pelanggan” ujar Hardianto Atmadja, CEO GarudaFood Group

 

Keseriusan dan komitmen GarudaFood Group  dalam memberikan produk terbaik dan berkualitas bagi pelanggan membuahkan hasil berupa penghargaan kategori EMAS pada SNI Award 2016 yang diberikan kepada PT GarudaFood Putra Putri Jaya Divisi Biscuit Gresik & PT Triusaha Mitraraharja (produsen minuman beroksigen dengan merek Super O2) untuk kategori Perusahaan Besar Barang, Sektor Pangan, Pertanian dan Kesehatan. Di akhir tahun GarudaFood Group juga meraih predikat Diamond pada ajang International Productivity & Quality Convention (IQPC) yang diselenggarakan di Bali (11/11) dalam hal mengembangkan technical competency sehingga mampu menghasilkan karya inovatif yang secara nyata telah meningkatkan produktivitas produksi.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman memprediksikan pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2017 tumbuh diangka 8 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia, serta meningkatnya populasi dan jumlah penduduk.  Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini setiap tahun memang cukup tinggi. Dari 2011 hingga 2016 setidaknya memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 7,8 persen. Peningkatan tersebut juga ditopang oleh stabilnya pertumbuhan permintaan domestik sejalan dengan meningkatnya populasi dan jumlah penduduk.

Untuk 2017, GarudaFood sendiri menargetkan pertumbuhan penjualan produk makanan dan minumannya sebesar 15% melalui produk produk unggulannya di kategori : biscuit, snack, beverage, confectionary & dairy  baik di pasar domestik dan ekspor khususnya ke wilayah Asia. PotretBisnis/Andi Rambe-Rel

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Perdagangan

Pedagang Laporkan Lotte Grosir Medan ke Polda Sumut, Dugaan Kerugian Hampir Rp2 Miliar

PotretBisnis.Com, MEDAN-Fitra Burnama Indera (42), seorang pedagang, melaporkan Lotte Grosir Medan yang...

Perdagangan

Bazar Produk Unggulan UKM, Upaya Kembangkan dan Naik Kelas UMKM Kota Medan

PotretBisnis.com, MEDAN- Dimasa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution pemberdayaan UMKM merupakan...

PerdaganganTerkini

Selama Ini Jauh Dari Perhatian Pemerintah, Nilawati: Alhamdulillah, Pak Wali Kota Dengar Keluhan Kami

PotretBisnis.com, MEDAN-Rona bahagia langsung terpancar dari wajah Nilawati (35), warga penerima bantuan...

JasaPerdagangan

Tim Gabungan Pemko Medan Kembali Lakukan Penertiban PKL di Pasar Kampung Lalang

PotretBisnis.com, MEDAN-Guna mewujudkan Kota Medan yang tertata dengan rapi, tertib dan indah...