Home Perdagangan Cabai Dan Bawang Merah Picu Inflasi Sumut 1,43 %
Perdagangan

Cabai Dan Bawang Merah Picu Inflasi Sumut 1,43 %

Share
Share
Seorang pedagang menata cabai merah yang dijualnya di Pasar Pringgan Medan, Sumatra Utara, belum lama ini. Harga komuditas tersebut saat ini naik menjadi Rp40.000 per Kg dari harga sebelumnya Rp35.000 per Kg, kenaikan itu dipicu minimnya pasokan dari sejumlah sentral produksi di Brastagi Tanah Karo dan Deli Serdang.
Seorang pedagang menata cabai merah yang dijualnya di Pasar Pringgan Medan, Sumatra Utara, belum lama ini. Harga komuditas tersebut saat ini naik menjadi Rp40.000 per Kg dari harga sebelumnya Rp35.000 per Kg, kenaikan itu dipicu minimnya pasokan dari sejumlah sentral produksi di Brastagi Tanah Karo dan Deli Serdang.

PotretBisnis.com, MEDAN- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, pada Desember 2015, harga cabai merah mencapai rata-rata Rp36.000 per kg dan bawang merah Rp40.000 per kg ternyata mampu memicu inflasi Sumatera Utara sebesar 1,43 persen, naik dibanding Nopember 2015 sebesar 0,51 persen. Sedangkan inflasi nasional Desember 2015 sebesar 0,96 persen.
Hal tersebut diungkap BPS Sumut, Ir. Wien Koesdiatmono,MM didampingi Kabid Statistik dan Distribusi, Bismark S Sitinjak kepada wartawan di kantornya, Jalan Asrama Medan, Senin (4/1/2016).
Wien menyebutkan,  masyarakat Sumut yang suka cabai merah dan bawang merah membuat harga komoditi itu naik karena besarnya permintaan menjelang akhir tahun.

“Masyarakat Sumut suka cabai jadi harganya juga naik kalau permintaan besar,” ujarnya.
Namun menurutnya, secara kumulatif, tahun kalender (Januari-Desember 2015) inflasi Sumut 3,24 persen masih lebih rendah dari nasional 3,35 persen. “Jadi Sumut masih aman di bawah nasional,” kata Wien.
Dia menjelaskan, di Sibolga andil inflasi cabai merah paling tinggi mencapai 0,8924 dan bawang merah nomor dua  0,1969. Di Pematangsiantar, andil cabe merah 0,3154 dan bawang merah 0,1659. Di Kota Medan, andil bawang merah 0,4814 dan bawang merah 0,2185. Di Padangsidempuan, andil bawang  merah 0,3714 dan cabe  merah 0,362.

Wien menyebutkan, pada Desember 2015 cabai merah dan bawang merah merupakan komoditi utama yang memicu inflasi di empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Sibolga 2,12 persen, Pematangsiantar 1,78 persen, Medan 1,37 persen dan Padangsidempuan 1,43 persen sehingga membuat inflasi Sumut 1,43 persen.
Dilihat dari kelompok, ungkap dia, pada Desember 2015 di Medan pemicu utama inflasi dari naiknya harga kelompok bahan makanan 5,25 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,69 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen. Kelompok sandang 0,53 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jas keuangan turun 0,09 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Difi A Johansyah  menyebutkan, inflasi di Sumut pada Desember 2015 sebesar 1,43 persen, memang lebih tinggi dari nasional 0,96 persen.

“Namun inflasi itu jangan dilihat dari bulan per bulan, melainkan dilihat dari tahun ke tahun atau angka kumulatif. Sebab dilihat dari bulan per bulan Sumut juga sudah beberapa kali di atas nasional,” kata Difi selaku Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut.

Diungkap Difi, target inflasi Sumut  akhir tahun 4,5 plus minus 1 persen, angka ini lebih tinggi  dari realisasi kumulatif 3,24 persen. Kenaikan inflasi Sumut lebih tinggi dari nasional, menurut dia, karena pola seperti itu biasa terjadi di akhir tahun. (sya)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Perdagangan

Pedagang Laporkan Lotte Grosir Medan ke Polda Sumut, Dugaan Kerugian Hampir Rp2 Miliar

PotretBisnis.Com, MEDAN-Fitra Burnama Indera (42), seorang pedagang, melaporkan Lotte Grosir Medan yang...

Perdagangan

Bazar Produk Unggulan UKM, Upaya Kembangkan dan Naik Kelas UMKM Kota Medan

PotretBisnis.com, MEDAN- Dimasa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution pemberdayaan UMKM merupakan...

PerdaganganTerkini

Selama Ini Jauh Dari Perhatian Pemerintah, Nilawati: Alhamdulillah, Pak Wali Kota Dengar Keluhan Kami

PotretBisnis.com, MEDAN-Rona bahagia langsung terpancar dari wajah Nilawati (35), warga penerima bantuan...

JasaPerdagangan

Tim Gabungan Pemko Medan Kembali Lakukan Penertiban PKL di Pasar Kampung Lalang

PotretBisnis.com, MEDAN-Guna mewujudkan Kota Medan yang tertata dengan rapi, tertib dan indah...