• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Agustus 8, 2026
No Result
View All Result
  • Login
PotretBisnis.com
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik
No Result
View All Result
PotretBisnis.com
No Result
View All Result

Cabai Dan Bawang Merah Picu Inflasi Sumut 1,43 %

andi rambe by andi rambe
06/01/2016
in Perdagangan
0
Seorang pedagang menata cabai merah yang dijualnya di Pasar Pringgan Medan, Sumatra Utara, belum lama ini. Harga komuditas tersebut saat ini naik menjadi Rp40.000 per Kg dari harga sebelumnya Rp35.000 per Kg, kenaikan itu dipicu minimnya pasokan dari sejumlah sentral produksi di Brastagi Tanah Karo dan Deli Serdang.
Seorang pedagang menata cabai merah yang dijualnya di Pasar Pringgan Medan, Sumatra Utara, belum lama ini. Harga komuditas tersebut saat ini naik menjadi Rp40.000 per Kg dari harga sebelumnya Rp35.000 per Kg, kenaikan itu dipicu minimnya pasokan dari sejumlah sentral produksi di Brastagi Tanah Karo dan Deli Serdang.

PotretBisnis.com, MEDAN- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, pada Desember 2015, harga cabai merah mencapai rata-rata Rp36.000 per kg dan bawang merah Rp40.000 per kg ternyata mampu memicu inflasi Sumatera Utara sebesar 1,43 persen, naik dibanding Nopember 2015 sebesar 0,51 persen. Sedangkan inflasi nasional Desember 2015 sebesar 0,96 persen.
Hal tersebut diungkap BPS Sumut, Ir. Wien Koesdiatmono,MM didampingi Kabid Statistik dan Distribusi, Bismark S Sitinjak kepada wartawan di kantornya, Jalan Asrama Medan, Senin (4/1/2016).
Wien menyebutkan,  masyarakat Sumut yang suka cabai merah dan bawang merah membuat harga komoditi itu naik karena besarnya permintaan menjelang akhir tahun.

“Masyarakat Sumut suka cabai jadi harganya juga naik kalau permintaan besar,” ujarnya.
Namun menurutnya, secara kumulatif, tahun kalender (Januari-Desember 2015) inflasi Sumut 3,24 persen masih lebih rendah dari nasional 3,35 persen. “Jadi Sumut masih aman di bawah nasional,” kata Wien.
Dia menjelaskan, di Sibolga andil inflasi cabai merah paling tinggi mencapai 0,8924 dan bawang merah nomor dua  0,1969. Di Pematangsiantar, andil cabe merah 0,3154 dan bawang merah 0,1659. Di Kota Medan, andil bawang merah 0,4814 dan bawang merah 0,2185. Di Padangsidempuan, andil bawang  merah 0,3714 dan cabe  merah 0,362.

Wien menyebutkan, pada Desember 2015 cabai merah dan bawang merah merupakan komoditi utama yang memicu inflasi di empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Sibolga 2,12 persen, Pematangsiantar 1,78 persen, Medan 1,37 persen dan Padangsidempuan 1,43 persen sehingga membuat inflasi Sumut 1,43 persen.
Dilihat dari kelompok, ungkap dia, pada Desember 2015 di Medan pemicu utama inflasi dari naiknya harga kelompok bahan makanan 5,25 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,69 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen. Kelompok sandang 0,53 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jas keuangan turun 0,09 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Difi A Johansyah  menyebutkan, inflasi di Sumut pada Desember 2015 sebesar 1,43 persen, memang lebih tinggi dari nasional 0,96 persen.

“Namun inflasi itu jangan dilihat dari bulan per bulan, melainkan dilihat dari tahun ke tahun atau angka kumulatif. Sebab dilihat dari bulan per bulan Sumut juga sudah beberapa kali di atas nasional,” kata Difi selaku Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut.

Diungkap Difi, target inflasi Sumut  akhir tahun 4,5 plus minus 1 persen, angka ini lebih tinggi  dari realisasi kumulatif 3,24 persen. Kenaikan inflasi Sumut lebih tinggi dari nasional, menurut dia, karena pola seperti itu biasa terjadi di akhir tahun. (sya)

Tags: 43 %badan pusat statistikCabai Dan Bawang Merah Picu Inflasi Sumut Jadi 1potret bisnis
Previous Post

PTPN III Raih Penghargaan Industri Baru

Next Post

PTPN IV Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

andi rambe

andi rambe

Next Post

PTPN IV Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

PLN Peduli Salurkan 150 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Labuhan Batu Utara

07/11/2022

07/11/2022
Menparekraf Resmikan Gedung Rektorat Poltekpar Medan

Menparekraf Resmikan Gedung Rektorat Poltekpar Medan

03/11/2022

02/11/2022

Recent News

PLN Peduli Salurkan 150 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Labuhan Batu Utara

07/11/2022

07/11/2022
Menparekraf Resmikan Gedung Rektorat Poltekpar Medan

Menparekraf Resmikan Gedung Rektorat Poltekpar Medan

03/11/2022

02/11/2022
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik
PotretBisnis.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik

© 2018 PotretBisnis - Navigasi Berita Foto Ekonomi Potretbisnis.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital