MEDAN – Ketua Umum KONI Kota Medan, Eddy H Sibarani sesalkan pindahnya atlet kempo binaan pihaknya ke daerah lain. Hal ini membuat pihaknya merasa dirugikan dan berharap pengurus Perkemi Sumut tegas menyikapi ini.
Itu dikatakan Eddy saat meninjau pertandingan cabang olahraga kempo dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan 2018 di Aula Kantor Camat Medan Baru, Selasa (1/5). Dia meminta agar Persaudaraan Shorinji Kempo Sumut Indonesia (Perkemi) Sumatera Utara harus mengambil tindakan menyikapi hal tersebut. Pasalnya para atlet tersebut pindah tanpa rekomendasi dari KONI Kota Medan. “Seharusnya para atlet itu tidak dibenarkan tampil di Selekda. Karena mereka pindah tanpa rekomendasi. Ini harus menjadi pelajaran kita semua tentang perpindahan atlet,” tegas Eddy.
Eddy menilai, perpindahan atlet tersebut sudah merugikan Kota Medan. Pasalnya Medan sudah membina, namun hasilnya dicaplok daerah lain. “Meski begitu, kita tidak patah semangat. Sesuai dengan misi Pemko Medan menjadikan Medan Kota Atlet, kita tetap membina dan menghasilkan atlet,” kata Eddy.
Sedangkan Porwil cabor Kempo tersebut, Kecamatan Medan Baru tampil menjadi yang terbaik setelah sukses mengumpulkan 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Mereka mengalahkan Medan Selayang yang berada di posisi kedua dengan 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Peringkat ketiga direbut Medan Petisah dengan 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu.
Medali emas Medan Baru disumbangkan Fery Wahyu dari kelas randori 60 kg putra, Billy di kelas 45-50 putra, M Faiz di randori 40-65 kg putra, Adelia Putri di randori 40-45 kg putri, embu berpasangan campuran dan embu beregu campuran. “Ini merupakan hasil luar biasa. Untuk pertama kalinya kita berhasil menjadi juara umum kempo. Hasil ini akan memotivasi kami untuk mendirikan dojo kempo di Medan Baru,” ujar Koordinator KONI Kecamatan Medan Baru, Bernard Sibagariang.
Ketua Panitia Ir Dial Rizal melaporkan, cabang kempo Porwil Medan 2018 ini diikuti 41 atlet dari 6 kecamatan di Wilayah II. Even ini mempertandingkan 10 nomor dengan rincian 8 kelas randori dan 2 kelas embu. (Pbc/ziq)










