
PotretBisnis.com, MEDAN– Badan Pusat Statistik mengungkapkan produksi padi Sumatera Utara meningkat sebesar 413.790 ton menjadi 4.044.823 ton pada 2015 dibanding produksi 2014.
“Kenaikan produksi pada 2015 itu menggembirakan karena pada 2014 terjadi penurunan dibandingkan 2013,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono di Medan, Kamis [14/07].
Pada 2014, angka tetap (ATAP) padi Sumut sebanyak 3.631.039 ton atau turun dari ATAP 2013 yang sudah 3.727.249 ton. “Jadi produksi padi yang naik dari 2014 itu menggembirakan apalagi Presiden Joko Widodo sejak 2016 terus mendorong kenaikan produksi padi di semua provinsi untuk pencapaian swasembada beras secara nasional,” katanya.
Menurut Wien, kenaikan produksi di 2015 yang sebesar 11,40 persen dari 2014 itu dampak naiknya luas panen dan produktivitas. Pada 2015, luas panen naik 8, 98 persen atau menjadi 781.769 hektare, sementara produktivitas di tahun itu sudah 51,74 kwintal per hektare dari tahun 2014 yang masih 50,62 kwintal per hektare.
Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Sumut, Marino, menyebutkan, pada tahun 2016, Sumut menargetkan produksi pad gabah kering giling atau GKG sebanyak 4,6 juta ton.
Marino menyebutkan, kenaikan target produksi tersebut diharapkan dari peningkatan luas tanam, panen dan produktivitas tanaman padi tersebut.
Untuk luas tanam periode Oktober 2015 hingga September 2016, Dinas Pertanian Sumut menargetkan bisa mencapai luas tanam 830.700 hektare dengan luas panennya sebesar 805.708 hektare. Adapun produktivitasnya diharapkan bisa sebesar 57,45 kwintal per hektare. (Antara)








