
PotretBisnis.com, MEDAN. Gubernur Sumetera Utara Tengku Erry Nuradi mencanangkan kegiatan tadarus menjadi salah satu pilar utama dalam menyukseskan pembentukan moral dan mental umat, terutama selama bulan Ramadhan 1437 H. Kegiatan tersebut sesuai program revolusi mental yang kini digalakkan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK).
Hal itu disampaikan Tengku Erry Nuradi pada acara Tadarus Nasional tingkat Sumut menyambut bulan suci Ramadhan di Masjid Al Jihad, Abdullah Lubis Medan, Jumat (3/6/).
Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, tadarus dan khataman Al quran berjamaah harus lebih digiatkan menjadi gerakan ummat Islam di Sumut.
“Yakinlah, dengan gebyar Al quran ,muaranya akan menjadikan moral dan mental bangsa menjadi terpuji dan Qurani. Inilah revolusi mental hakiki,” ujar Erry.
Erry juga menyebutkan, revolusi mental tidak terlepas dari perjuangan para nabi di masal lalu. Para nabi ditugaskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memperbaiki mental dan akhlak umat manusia yang rusak.
“Akhlak masyarakat pada saat ini perlu mendapat revolusi, karena apapun bisa terjadi, sehingga sangat mungkin hal yang merusak harkat dan martabat manusia itu menimpa bangsa ini,” sebut Erry.
Revolusi mental dipandang bersifat mendasar, relevan dan staregis sebagai upaya meningkatkan kualitas dan martabat kehidupan bangsa. Gejala kriris nilai-nilai kemanusiaan kini semakin deras.
“Oleh sebab itu, ketika dipahami bahwa revolusi mental adalah merupakan bagian dari misi kenabian, maka peran-peran Agama seharusnya menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian, terutama ummat Islam dengan panduan Al quran,” tambah Erry.
Selain mengajarkan tentang Ketuhanan, agama Islam juga mengajarkan tentang bagaimana seharusnya hidup dijalani dsesempurna mungkin. Semua itu tertuang dalam kitab suci Al quran dengan maksud agar kehidupan menjadi selamat, bahagia dan saling berkasih sayang.
“Jadi sangat relevan dengan pandangan maka revolusi mental menjadi tepat diartikan sebagai gerakan bersama-sama dan bersifat massal untuk mendekatkan diri pada agama dengan panduan Al quran,” papar Erry
Sebagai bangsa yang berfalsafah Pancasila, maka membutuhkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, sehingga revolusi mental dapat dilakukan melalui tiga ranah sekaligus, yaitu gerakan mendekatkan diri pada kitab suci, pada tempat ibadah, dan pada pemuka agamanya masing-masing.
Agama mampu melahirkan kedamaian, kebersamaan dan kasih sayang, maka masyarakat seharusnya didorong untuk mendekat dan menjalankan agamanya, khususnya ummat Islam terus mengamalkan Al quran.
“Jadi, tema besar gerakan revolusi mental antara lain bersama-sama, kembali ke kitab suci, ke tempat ibadah dan mendekat pada pemuka agama,” jelas Erry.
Sementara Ketua Panitia Tadarus Nasional Sambut Ramadhan Sumut, Drg Wahid Khusyairi menyatakan, selain tadarus, pihaknya juga memberikan santunan anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan berasal dari para donator keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut.
“Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-50 KAHMI yang akan diperingati pada September 2016,” jelas Wahid.
Wahid yang juga Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumut ini juga berharap, keluarga besar KAHMI semakin kuat membaca, menghayati dan mengamalkan Al quran.
“Tidak hanya Ramadhan menjadi momentum yang baik membaca dan mendalami Al quran, tetapi tiap saat kita harus mengamalkan Al quran,” sebut Wahid.
Tadarus Nasional dan Khataman Al Quran berjamaah ini diinisiasi oleh Keluarga Besar Alumni HMI sekaligus momentum 50 tahun Korps Alumni HMI (KAHMI) yang tergabung dalam grup chatting WhatsApp KAHMI, Forever Tadarus Alquran (KFTQ) secara serentak di seluruh Indonesia. PotretBisnis/Andi Rambe/Rel-Humas








