PotretBisnis.com, MEDAN – Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Simbolon, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas dan sarana prasarana di lingkungan Universitas HKBP Nommensen pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya yayasan untuk memastikan kualitas lingkungan akademik serta memetakan kebutuhan pembenahan dan pengembangan kampus ke depan.
Dalam sidak tersebut, Effendi Simbolon meninjau berbagai fasilitas perkuliahan, ruang administrasi, area pelayanan mahasiswa, serta sejumlah bangunan yang dinilai memerlukan perbaikan dan peningkatan kualitas. Ia juga berdialog dengan pimpinan universitas, tenaga kependidikan, dan beberapa mahasiswa guna memperoleh masukan terkait kondisi kampus saat ini.
Menurut Effendi Simbolon, peningkatan kualitas sarana dan prasarana menjadi salah satu prioritas utama yayasan dalam mendukung proses pendidikan yang lebih baik dan modern. Oleh karena itu, hasil sidak yang dilakukan akan menjadi dasar dalam pelaksanaan program renovasi kampus yang telah direncanakan.
“Universitas HKBP Nommensen harus terus berkembang dan mampu memberikan kenyamanan serta fasilitas terbaik bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika. Karena itu, yayasan berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap berbagai fasilitas yang ada,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari hasil peninjauan tersebut, Yayasan Universitas HKBP Nommensen telah menyiapkan program renovasi kampus dengan total anggaran sebesar Rp10 miliar. Renovasi tersebut akan mencakup perbaikan gedung perkuliahan, peningkatan fasilitas pendukung akademik, penataan lingkungan kampus, serta penguatan infrastruktur yang menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing Universitas HKBP Nommensen sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara.
Selain fokus pada pengembangan kampus, Yayasan Universitas HKBP Nommensen juga tengah mempersiapkan langkah strategis di bidang pelayanan kesehatan melalui rencana pembangunan Nommensen Hospital, sebuah rumah sakit tipe A yang diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan unggulan dan rumah sakit pendidikan.
Untuk merealisasikan program tersebut, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Simbolon, telah melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia guna membahas berbagai aspek pengembangan rumah sakit, termasuk dukungan regulasi, penguatan sumber daya manusia kesehatan, serta integrasi fungsi pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kehadiran Nommensen Hospital diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan di Indonesia. (rel)











