
PotretBisnis.com, TOBASA– Dinas Kehutanan Sumatera Utara menilai operasional kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL), merupakan perusahaan yang telah menerapkan sistem sustainability (berkelanjutan).
Hal tersebut dikatakan Kadis Kehutanan Sumut Halen Purba dalam kunjungan kerja Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, dikomplek pabrik bubur kertas TPL di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Tobasamosir, Sumatera Utara, pekan lalu (21/5) .
“Ini kegiatan rutin kunjungan kerja melihat langsung bahwa TPl merupakan perusahaan yang sudah menjalankan sistem HTI yang berkelanjutan. Dengan model tanam tebang, perusahaan ini berhasil memproduksi 2 juta bibit pohon eucalyptus perbulan sebagai bahan baku produksi pulp,” ungkap Harlen.
Dia menjelaskan operasional TPL berada dikawasan Hutan Negara yang telah mendapat izin oleh Menteri Kehutanan, yang difungsikan sebagai Hutan Produksi. Sehingga selain menjaga keutuhan produksi kayu yang berkelanjutan, kegiatan pengolahan kayu menjadi pulp juga telah memberikan peningkatan perekonomian daerah.
“Kita apresiasi aktivitas perekonomian yang dikembangkan TPL, program menjalin kemitraan dengan masyarakat mampu memberi peluang eknomi rakyat,” ujar Harlem Purba bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishut Provsu Ir. Lilik Puji Asmono.
Direktur TobaPulp yang diwakili Senior Manager Tagor Manik menyebutkan pihak perusahaan menyambut baik kunjungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk melalui izin (IUPHHK-TI) dari Menteri Kehutanan (nomor 493/Kpts-II/1992 tanggal 1 Juni 1992 jo SK.58/Menhut-II/2011 tanggal 28 Februari 2011) memperoleh konsesi hutan seluas 188.055 hektar. Berdasarkan izin 70% dari luas konsesi itu dapat dikelola menjadi HTI (hutan tanaman industri.
Sejauh ini perencanaannya hanya mencakup 40% atau sekitar 75 ribu hektar, sedangkan yang telah terealisasi sekitar 50 ribu hektar. Selebihnya dipertahankan tetap sebagai hutan alam berfungsi lindung (konservasi) dalam bentuk greenbelt (sekat antarkompartemen HTI), sempadan sungai, dan KPPN (kawasan perlindungan plasma nutfah). Juga ada pencadangan untuk tanaman kehidupan (seperti kemenyan) dan tanaman unggulan (bernilai jual tinggi).
Sedangkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat, Tagor Manik mengungkapkan pihaknya, tetap berupaya secara optimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, melalui berbagai program kerjasama dan kemitraan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain rekrutmen tenaga kerja dan kemitraan, perusahaan juga mengalokasikan 1% dari hasil penjualan (bersih) untuk membiayai kegiatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR – corporate social responsibility) termasuk diantaranya pemberdayaan masyarakat (CD – coporate development).
“Kehadiran kita di bumi Tapanuli jelas memberi perubahan dan peningkatan ekonomi seta manfaat besar bagi masyarakat dan pemerintah. Melalui pemenuhan berbagai kewajiban (pajak, retribusi, dana reboisasi – DR, provisi sumber daya hutan – PSDH). Tetapi harus diakui belum semua penduduk bisa disentuh karena tidak gampang, memerlukan dukungan semua pihak, tidak terkecuali para anggota pihak yang suka memberi komentar,” ungkap Tagor Manik.
Selain banyak memberikan perubahan ekonomi dan pemasukan bagi masyarakat dan pemerintah, TPL juga mengedepankan nilai budaya yang terkandung dalam tanaman kehidupan.Untuk saat ini menurut Tagor Manik pihaknya sedang mengembangkan tanaman Haminjon ( kemenyan ), yang merupakan tanaman asli daerah setempat. Pembibitan dan perbanyakan kemenyan telah dilakukan sejak tahun 2013 yang lalu.
“Meski bukan tanaman produksi kita, tapi saat ini kita juga kembangkan bibit kemenyan untuk peremajaan. Bibitnya telah dibagikan sebanyak 3000 batang kepada masyarakat utuk ditanam. ini bukti kita mempertahankan nilai budaya tanaman, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas Tagor Manik.
Disela kunjungan ini, TobaPulp dan Dinas Kehutanan sumatera utara berkesempatan melakukan pertandingan sepakbola dan melakukan acara jalan pagi. Kunjungan diakhiri dengan pemberian artefak rumah batak dan bibit kemenyan, serta Eucalyptus dari TobaPulp kepada kepala dinas disertai minyak angin yang berasal dari penyulingan daun Eucalyptus. PotretBisnis/Andi Rambe-Rel tpl







