PotretBisnis.com, MEDAN– Tahukah anda Pakkat? Kuliner khas dari Mandailing yakni rotan muda yang menjadi penambah selera untuk santapan hidangan berbuka puasa.
Selain di bulan suci Ramadan, mustahil kita temukan lalapan satu ini, itulah yang menjadikannya makanan khas primadona, khususnya untuk masyarakat Mandailing yang ada di kota Medan.
Sore itu langit terlihat cerah, Jates Harahap (42) mulai membakar batang rotan muda, di seputaran Jalan Letda Sudjono, Medan, Minggu, (10/05). Tahun ini sudah masuk tahun ke 7 dia berjualan di bawah ruas tol Bandar Selamat. Dalam sehari setidaknya 500 batang habis terjual.

Tahun ini memang agak berbeda dari bulan puasa tahun sebelumnya. Pandemi Corona membuat semua lapisan masyarakat berbagai sektor terdampak dengan mewabahnya virus Covid-19.
“Kalo enggak ada corona biasanya lebih banyak dek” ungkap Jates sambil membolak balik batang rotan muda itu yang sedang dibakar.
Pucuk rotan muda ini memang banyak dicari di bulan puasa, apalagi bagi masyarakat Mandailing yang ada di Kota Medan. Harganya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp. 10.000 per 4 batang yang sudah dikupas.

Pakkat juga bisa diolah dengan cara di bakar dan di gulai lemak, namun kebanyakan dijual dengan cara dibakar seperti ini, lalu kulit luarnya dikupas dan Pakat bisa langsung dinikmati dengan baluran sambal.
Meskipun rasanya pahit, namun membuatnya justru banyak diminati sebagai lalapan yang dipercaya mengandung khasiat untuk mengobati berbagai penyakit seperi maag, darah tinggi dan reumatik. (PB/Mirza Baehaqie)










