Home Transportasi Kejuaraan Dunia Ekstrem Kayak diadakan di Sumatera Utara
TransportasiUmum

Kejuaraan Dunia Ekstrem Kayak diadakan di Sumatera Utara

Share
Share

PotretBisnis.com, TOBASAMOSIR – Kejuaraan Dunia Ekstrem Kayak merupakan rangkaian acara pada Asahan River Festival 2018. Suksesnya acara serupa pada tahun lalu, diapresiasi oleh pencinta olahraga ekstrem arus deras. Tak heran, pada event ini para pemain kayak (kayaker) dari 13 negara kembali lagi ke sungai Asahan yang terkenal dengan jeram terbaik ke 3 di dunia setelah Sungai Colorado di Amerika dan Sungai Zambesi di Afrika.

Mengambil lokasi di arus utama jalur esktrem Sungai Asahan, Desa Parhitean, Kabupaten Tobasa, kejuaraan kayak internasional ini diselenggarakan mulai tanggal 28 November hingga 9 Desember. Dimana 4 hari diantaranya adalah sebagai sesi latihan (training run) untuk mengenali jalur pengarungan.

Tahun ini, 35 kayaker dunia berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika, India, Kanada, Denmark, Malaysia, Singapura, Italia, Spanyol, Jerman, Perancis, Norwegia, Ceko dan juga Indonesia, telah terdaftar sebagai peserta.

Para kayaker akan mengikuti 4 kategori lomba yaitu :
Down river endurance race (mulai dari dam Desa Tangga/rabbit hole, selesai di jembatan Parhitean/jeram Rizal Nurdin dengan total jarak 5 km)
Sprint race (mulai dari jeram bigben rapid hingga Desa Hulahuli, berjarak 500 m)
Slalom race (mulai dari setelah jeram nightmare rapid hingga Air Hitam berjarak 300 m)
Boater X (mulai dari setelah nightmare rapid hingga Air Hitam, berjarak 300 m)

Asahan River Festival juga menyelenggarakan kegiatan sertifikasi dan pelatihan penyelamatan di sungai untuk masyarakat lokal. Selain itu dimeriahkan dengan parade budaya, pawai tarian daerah, serta kegiatan berpetualang mengenalkan alam Tobasa.

Ketua panitia Asahan River Festival, Lachie Charracer, yang juga kayaker asal Australia, berharap ia dapat membuat kegiatan rutin kompetisi kayak dan mengajak teman-temannya sesama penyuka olahraga ekstrem dari seluruh dunia ke Indonesia. “Saya melihat potensi alam yang indah dan sungai dengan jeram yang baik di Sungai Asahan. Saya rasa dunia layak tahu tentang ini”, tambahnya. (PB/Arn)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Transportasi

28.034 Penumpang Telah Manfaatkan KA Srilelawangsa Medan–Lubuk Pakam

PotretBisnis.Com, MEDAN-Kehadiran KA Srilelawangsa relasi Medan–Lubuk Pakam mendapat respons positif dari masyarakat...

Transportasi

KAI Bandara Catat 2,83 Juta Penumpang KA Srilelawangsa hingga Agustus 2026

PotretBisnis.Com, MEDAN — PT Railink atau KAI Bandara mencatat 2,83 juta penumpang...

Transportasi

Dari 14 Jadi 33 Komunitas: Kojira Sumut Gurita Jaringan Ojol, Siap Kepakkan Sayap ke Level Nasional

PotretBisnis.com, MEDAN - Belum genap setahun sejak dideklarasikan pada 15 Desember 2025, Komando...

Transportasi

Tembus 2,5 Juta Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Masyarakat Sumatera Utara

PotretBisnis.Com, MEDAN- Mobilitas masyarakat di Sumatera Utara menggunakan transportasi kereta api terus...