
PotretBisnis.com, MEDAN– Sumatera Utara berpotensi kehilangan peluang medali emas di PON 2020 Papua mendatang. Ini setelah Panitia Besar (PB) PON 2020 Papua menghapus cabang olahraga drum band dan boling untuk dilertandingkan.
Padahal, kedua cabor tersebut turut memberikan sumbangsih di PON 2016 Jawa Barat. Drum band sumbang 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan boling, raih satu emas. Di Kejurnas boling dalam rangka tes event venue Asian Games 2018 di Palembang, boling Sumut secara mengejutkan tampil sebagai juara umum dengan capaian 3 emas dan 1 perak.
“Hasil Kejurnas Boling itu, ada peluang besar raih tiga emas. Tiba-tiba tidak dipertandingkan cabor yang peluang Sumut raih emas. apa boleh buat, ini sudah menjadi keputusan, ” ungkap Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis di rapat anggota KONI Sumut, Polonia Hotel, Medan, Sabtu (3/3).
Berdasarkan surat yang telah diterima KONI Sumut dari PB PON 2020, ada 42 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Dari total jumlah tersebut, 35 merupakan cabang olahraga lama, sedangkan ada 7 cabor yang pertamakali akan dipertandingkan secara resmi. Diantaranya gateball, petanque, rugbi, muathai, dansa.
John menilai cabor baru tersebut tentu lebih besar peluang Sumut untuk meraup medali di PON nanti. Maka, pihaknya akan menyusun program agar cabor baru tersebut mampu memberikan prestasi bagi kontingen Sumut di PON 2020. “Makanya cabang olahraga baru kita buat programnya bagaimana untuk bisa meraih prestasi. Cabang baru tentu di Indonesia juga masih baru. Berarti persaingan masih ketat. Otomatis peluang medali sangat besar,” yakin John.
Sebelumnya Gubernur Sumut dalam sambutan yang dibacakan Plt Dispora Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, kegiatan ini sebagai evaluasi program kerja KONI Sumut selama 2017 yang telah dilaksanakan, serta tolok ukur untuk program kerja di tahun 2018. Gubsu berharap program kerja tahun ini mampu berdampak besar bagi peningkatan prestasi Sumut di PON 2020.
“Kita tahu program kerja tahun ini yang sudah pasti adalah menyukseskan Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON bersama tahun 2024. Karena banyak dampak positif yang diterima jika kita menjadi tuan rumah. Perekonomian masyarakat akan meningkat. Makanya, saya mengajak semua pihak mendukung agar Sumut dan Aceh terpilih sebagai tuan rumah pada Biding nanti,” ucapnya. (PotretBisnis/Ziq)








