PotretbisBisnis.com, Dairi – Bukan hanya soal tambang, PT Dairi Prima Mineral (DPM) kembali menunjukkan kepeduliannya pada pertanian dengan membekali petani Dairi pelatihan budidaya durian sekaligus bantuan bibit montong unggul.
PT Dairi Prima Mineral (DPM) mempertegas komitmennya dalam mendukung pertanian lokal dengan mengadakan pelatihan budidaya durian serta menyerahkan bibit durian montong unggul kepada petani di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
Kegiatan yang berlangsung di Mess Tapongan, Desa Polling Anak-Anak, pada Senin (15/9/2025) itu terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi. Sebanyak 30 petani dari Desa Longkotan, Polling Anak-Anak, dan Parongil turut serta dalam pelatihan tersebut.
Para peserta mendapatkan materi seputar teknik budidaya durian, perawatan tanaman, hingga strategi penanganan hama dan penyakit yang dibawakan oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Silima Pungga-Pungga.
Chief Legal and External Officer PT DPM, Radianto Arifin, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
“Semoga pengetahuan baru ini bisa membantu petani durian mengembangkan usahanya. Kami berkomitmen menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat lewat pengembangan sektor pertanian,” ujarnya.
Selain memberikan materi, PT DPM juga menyalurkan bantuan berupa 150 bibit durian unggul. Setiap peserta menerima lima bibit untuk ditanam di lahan masing-masing.
Camat Silima Pungga-Pungga, Edwin Nababan, turut mengapresiasi langkah tersebut. “Program ini menunjukkan kepedulian PT DPM pada pertanian. Bukan hanya memperkuat ekonomi warga, tapi juga meluruskan pandangan negatif bahwa perusahaan hanya meninggalkan kerusakan,” ucapnya.
Program ini bukan yang pertama kali dilakukan PT DPM. Pada Juni lalu, perusahaan telah melaksanakan pelatihan kopi robusta bagi 120 petani dari enam desa di Silima Pungga-Pungga. Dalam kegiatan itu, PT DPM turut menyalurkan 1.200 bibit kopi robusta untuk mendukung pengembangan usaha tani masyarakat.
Radianto menegaskan, meskipun operasional tambang belum berjalan penuh, perusahaan akan terus menggelar program serupa.
“Ke depan, pelatihan akan terus kami laksanakan dengan melibatkan pemerintah maupun lembaga lain. Harapannya, semakin tercipta kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam membangun Dairi,” pungkasnya. (***)









