Potretbisnis, Medan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, H. Hasan Matsum, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh ormas guna membahas kontroversi tarian K-Pop dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-58 tingkat Kecamatan Medan Kota.
Acara yang digelar Sabtu (8/2) itu menjadi sorotan publik setelah video penampilan tarian K-Pop viral di media sosial. Tarian tersebut dibawakan oleh peserta dari salah satu kelurahan yang mayoritas warganya keturunan Tionghoa. Meski dimaksudkan untuk meramaikan acara, kehadirannya memicu kritik karena dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai MTQ.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya acara tetap berpegang pada esensi keagamaan,” ujar Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum usai pertemuan di Kantor MUI Medan, Rabu (19/2).
Camat Medan Kota, Raja Ian Andos Lubis, menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan lebih selektif ke depan. “Kami akui ada kelalaian dalam penyelenggaraan. Evaluasi akan dilakukan agar hal serupa tidak terulang,” katanya.
MUI Kota Medan bersama Kementerian Agama, LPTQ, dan FKUB berencana menyusun pedoman bagi acara keagamaan agar tetap sesuai dengan norma yang berlaku. Masyarakat diimbau menyikapi insiden ini dengan bijak demi menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Medan.










