
MEDAN – Setelah terpilih bersama Aceh menjadi tuan rumah PON 2024, KONI Provinsi Sumatera Utara bidik tri sukses penyelenggaraan multievent olahraga itu.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, John Ismadi Lubis, dalam Rapat Penyempurnaan Penyusunan Tugas, Fungsi dan Tata Kerja UPTD Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Kantor Dispora Sumut Jalan Pancing, Rabu (02/05). Ia mengatakan, setelah terpilih maka selanjutnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara bertahap akan melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana termasuk membenahi venue pertandingan yang nantinya akan dipakai untuk penyelenggaraan PON.
Katanya, meski waktunya enam tahun lagi, tapi persiapan dan pembenahan sudah harus dimulai. “Termasuk juga menyiapkan atlet. Kita tentunya ingin di PON nanti mencapai tri sukses. Yakni, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses pemberdayaan perekonomian masyarakat,” katanya.
Hadir dalam pertemuan itu, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dan jajarannya, pembina dan penasehat antara lain Muchyan Tambuse, Nurdin Lubis dan juga hadir Ketua PWI Sumut Hermansyah. John menambahkan, upaya mempersiapkan atlet, ia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara dalam upaya melahirkan atlet-atlet potensial yang siap menumbangkan medali di PON mendatang. Saat ini, lanjut John, ada 100 pelajar yang dibina di PPLP. “Nanti enam tahun lagi saat PON 2024 mereka kita harapkan sudah matang. Kalau 70 persen saja yang jadi dari 100 atlet itu, tentunya paling tidak 40 atau 30 medali bisa mereka sumbang untuk kontingen Sumatera Utara,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur terpilihnya Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama pelaksanaan PON tahun 2024, karena terakhir kali Sumut menjadi tuan rumah adalah tahun 1953 ditambah lagi dengan menjadi tuan rumah akan bertambah sarana dan prasarana olahraga di daerah itu. Menurut dia untuk mendapatkan tuan rumah itu penuh perjuangan.
Bahkan, menurut Jhon, ide untuk menjadi tuan rumah dan berjuang itu sejak tahun 2015, tahun 2016 baru menjadi kesepakatan KONI Sumut dan baru tahun 2017 baru menjadi kesepakatan pemerintah di Sumatera Utara dan Aceh. “Setelah terpilih menjadi tuan rumah, PON di Sumut menjadi tanggung jawab pemerintah, KONI Sumut hanya berjuang untuk bisa menjadi tuan rumah,” pungkas John. (Pbc/ziq)







