
PotretBisnis.com, MEDAN-Anggota DPR RI dari Komisi I Effendi Muara Sakti Simbolon menyambangi kantor Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (31/10).
Dia menyebutkan bahwa narkoba saat ini adalah industri, bukan lagi penyakit sosial. Ia menjawab hal itu saat berdialog dengan PW Al Washliyah menjawab pertanyaan dari salah satu pengurus.
Saat bersilaturahmi dengan pengurus ormas islam terbesar di Sumut tersebut, Selasa (31/10), Politisi PDIP itu sangat prihatin dengan penyakit sosial yang kini sudah menjadi industri. “Kita jangan terkecoh dengan penyakit sosial ini. Karena selama ini kita hanya menilai akibat dari penyakit sosial itu menimbulkan kekurangan di dalam motorik yang membuat perilaku menyimpang. Seolah-olah itu adalah kesalahan dari kita, lalu dianggap sebagai penyakit,” katanya
Kedatangan Effendi Simbolon disambut oleh pengurus Al Washliyah seperti Ketua PW Al Washliyah Saiful Akhyar Lubis, Sekretaris Gerakan Pemuda Alwalsiyah M Nusyam, Ketua Ikatan Pelajar Alwasliyah Muhammad Fadhillah, Ketua Pusat Angkatan Putri Alwasliyah Maryam Sahar.
Untuk itu, tegasnya, karena ini sudah industri maka harus segera keluar. Berbeda dengan masa lalu, katanya, dimana orang menanam ganja adalah untuk obat namun saat ini dikemas dan sudah jadi barang industri.
Pemerintah, lanjut Effendi, sudah berupaya memberantas perederan narkoba. Bahkan TNI dan Polri juga sudah mengeluarkan sanksi kepada oknum yang terlibat dalam memakai dan mengedarkan narkoba. “Bahkan sudah ada pemecatan baik oleh TNI dan Polri yang dilakukan bagi oknum yang terlibat narkoba,” katanya.
Narkoba yang kini telah menjadi industri, lanjutnya, sangat merugikan negara. Bayangkan, ucapnya, jika seorang saja menghabiskan Rp1 juta per bulan untuk membeli narkoba, maka ada Rp 5 triliun uang beredar.
Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan Ikatan Keluarga Jawa Marelan (IKJM), Persatuan Jawa Bersatu (PJB), Kelompok Tani Enggal Mukti, dan Guru Bantuan, Effendi menerima keluhan soal maraknya perderan narkoba. Barang haram itu bakal merusak generasi bangsa bahkan anak sendiri.
Pada kesempatan itu, Effendi yang memiliki empat putera itu menyampaikan seorang pemimpin sebaiknya memiliki ketegasan dalam memberantas narkoba. Ia menyontohkan seperti di Pipilina. Disana, ucapnya, pemimpinnya membuat ketegasan bagi siapapun yang terlibat narkoba harus ditembak mati. “Tidak perduli apakah itu anaknya yang terlibat narkoba, ditembak mati. Dengan ketegasan itu, peredaran narkoba turun drastis. Namun elektabilitas pemimpinnya menjadi naik,” ucapnya.
Menyambut kedatangan Effendi MS Simbolon Ketua PW Alwasliyah Syaiful Akhyar Lubis menyambut dengan aprsiasi postif. Ia mengatakan bahwa Alwasliyah bukanlah organisasi politik tapi orgnaisasi kemasyarakatn Islam. Sehingga prinsip-prinsip kemasyarakatan dan sosial harus berlaku untuk menjalankan seluruh program.
“Alwasliyah memiliki 4 program yakni pendidikan dakwah, amal sosial, perekonomian umat,” jelasnya.
Alwasliyah, katanya, tidak memandang perbedaan bagi siapapun yang ingin bersilaturahmi bahkan ingin membangun daerah. “Effendi Simbolon adalah wakil rakyat, putra daerah yang ingin kembali membangun daerah. Siapa saja yang ingin bersilaturahmi dan membantu Alwasliyah, tentu saja kami sangat enjoy,” ujarnya.









