PotretBisnis.Com, MEDAN-PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat literasi transportasi publik dan keselamatan perjalanan melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau 34.537 peserta di Sumatera Utara yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan program Edutrain menjadi sarana untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan budaya keselamatan dan kesadaran menggunakan transportasi publik sejak dini.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat Sumatera Utara terhadap program Edutrain. Edukasi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan,” ujar Porwanto.
Menurutnya, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel, KAI Bandara juga menyiapkan pengembangan layanan di Sumatera Utara guna meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah.
“Penambahan layanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien,” katanya.
Saat ini KAI Bandara mengoperasikan KA Srilelawangsa untuk relasi Medan–Bandar Khalipah–Kualanamu dan Medan–Binjai–Kualabingai. Pengembangan layanan ke depan diharapkan semakin memperluas manfaat transportasi kereta api sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, KAI Bandara mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan dan memanfaatkan layanan lost and found apabila terjadi kehilangan barang. Penumpang juga disarankan tiba di bandara tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik.










