PotretBisnis.Com, CIREBON — PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon terus memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran rantai pasok logistik nasional melalui pelayanan bongkar muat berbagai komoditas strategis, salah satunya impor garam curah. Sejalan dengan itu, perusahaan juga meningkatkan pengendalian lingkungan melalui program Health, Safety, Security and Environment (HSSE) guna mendukung operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Cirebon, PTP Nonpetikemas melayani bongkar impor garam curah sebanyak 14.983 ton asal Australia menggunakan metode ship to ship (STS). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan distribusi logistik berjalan efisien, andal, dan berkelanjutan sekaligus mendukung stabilitas pasokan garam nasional untuk kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat.
Proses bongkar muat dilakukan melalui pemindahan muatan dari kapal MV Ipswich Bay ke BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002 dengan kapasitas masing-masing sekitar 7.500 ton. Selanjutnya muatan dibawa menuju dermaga Pelabuhan Cirebon sebelum dikirim ke stockpile milik PT Niaga Garam Cemerlang.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon mengatakan metode STS menjadi solusi strategis untuk memastikan distribusi komoditas curah tetap berjalan lancar dan efisien.
“Pelaksanaan bongkar muat dengan metode ship to ship ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan operasional yang efektif, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” ujarnya.
Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di jalur Pantura Jawa Barat, Pelabuhan Cirebon memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi berbagai komoditas nasional. Selain garam, pelabuhan ini juga melayani komoditas curah kering seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, dan bungkil, serta komoditas curah cair seperti aspal, RBD Olein, CPO, dan biosolar. Selain itu, Pelabuhan Cirebon juga melayani berbagai jenis general cargo, termasuk project cargo dan offshore rig.
Kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, realisasi trafik mencapai 1.359.261 ton/m3 atau tumbuh 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1.062.634 ton/m3. Capaian tersebut juga melampaui target RKAP hingga April 2026 dengan pencapaian sebesar 104,27 persen.
Peningkatan kinerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu simpul logistik strategis yang mendukung aktivitas industri dan distribusi barang di tingkat nasional.
Di sisi lain, perusahaan terus memperkuat komitmen terhadap aspek HSSE, khususnya pengendalian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan pagar jaring penahan debu guna meminimalisasi dampak sebaran debu ke lingkungan sekitar, menjaga kualitas udara di area pelabuhan, serta meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan operasional pelabuhan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Seluruh proses operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keamanan pelayaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan lingkungan melalui koordinasi dengan operator terminal, pihak kapal, tenaga kerja bongkar muat, dan instansi terkait.
Melalui penguatan layanan operasional dan pengendalian lingkungan tersebut, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon optimistis dapat terus mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menciptakan aktivitas kepelabuhanan yang modern, andal, dan berdaya saing.









