PotretBisnis.Com, PADANG-Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur kembali bergerak dinamis. Pada 15 April 2026, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur melayani pemuatan kapal MT. Southern Anoa yang membawa produk turunan kelapa sawit untuk ekspor ke Port Qasim, Pakistan.
Kapal berbendera Liberia dengan panjang 146 meter itu sandar aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung. Total muatan mencapai 18.000 ton, terdiri dari RBDPO, ROL, dan RBDPS—komoditas turunan sawit yang menjadi andalan ekspor dari Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PTP Nonpetikemas dalam memperkuat peran pelabuhan sebagai gerbang logistik utama di wilayah barat Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan ekspor nasional.
Di tengah tantangan, termasuk gangguan logistik akibat banjir bandang pada akhir 2025, kinerja perusahaan tetap terjaga. Sepanjang 2025, throughput tercatat mencapai 5,79 juta ton.
Memasuki 2026, tren positif terus berlanjut. Hingga Triwulan I, capaian throughput mencapai 1,51 juta ton atau melampaui target, sekaligus tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menyebut pihaknya terus mendorong optimalisasi layanan, termasuk pengembangan Dermaga Khusus Curah (DKC) 2 Gaung untuk mengantisipasi peningkatan produksi industri.
Dengan dukungan digitalisasi layanan melalui sistem IBS serta penggunaan alat bongkar muat berbasis listrik, PTP Nonpetikemas Teluk Bayur optimistis mampu mempercepat arus logistik dan menjadi mitra strategis bagi pelaku industri di Sumatera Barat.










