PotretBisnis.Com, MEDAN-Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan dan pengawasan keimigrasian di Sumatera Utara. Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, sederet capaian gemilang menjadi bukti nyata upaya mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto—khususnya dalam memperkuat pelayanan publik, membangun pemerintahan yang efisien, dan tegak hukum.
Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
“Dengan ini kami ingin masyarakat lebih mengenal berbagai inovasi dan terobosan yang telah diwujudkan dalam satu tahun terakhir,” ujarnya.
Selama setahun, sebanyak 93.190 paspor berhasil diterbitkan—15.962 paspor non elektronik, 75.253 elektronik, dan 1.975 polikarbonat. Di sisi lain, izin tinggal keimigrasian juga meningkat: 1.133 izin tinggal kunjungan, 436 izin tinggal terbatas, dan 62 izin tinggal tetap.
Beragam inovasi turut mewarnai peningkatan layanan, mulai dari IMED LARASATI (layanan foto paspor di rumah sakit) hingga Eazy Passport yang menjangkau universitas-universitas di Medan. Inovasi ini sejalan dengan semangat digitalisasi layanan keimigrasian yang cepat, transparan, dan efisien.
Dalam bidang pengawasan, Imigrasi Medan mencatat 45 deportasi, 45 pendetensian, 9 rapat TIMPORA, dan 3 operasi gabungan lintas instansi. Selain itu, berbagai kegiatan edukatif seperti Immigration Goes to School dan BAR-INFO di Car Free Day turut digelar untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pencegahan TPPO dan penyelundupan manusia.
Transformasi juga terjadi di Bandara Kualanamu, dengan kehadiran 30 autogate (10 di keberangkatan, 20 di kedatangan) yang melayani lebih dari 1,4 juta pelintas. Bahkan, Imigrasi Medan menunda keberangkatan 2.667 WNI yang diduga akan berangkat nonprosedural sebagai pekerja migran—bukti nyata pengawasan humanis yang berpihak pada keselamatan warga.
Menariknya, Imigrasi Medan menghadirkan PMI Lounge di area kedatangan sebagai simbol penghormatan bagi pekerja migran, serta menyiapkan Immigration Lounge di DeliPark Mall sebagai model pelayanan publik yang ramah dan modern.
“Pelayanan yang baik memberi dampak besar bagi rasa percaya diri pekerja migran. Kami ingin menghadirkan layanan yang modern, berkelanjutan, dan berpihak pada manusia,” tegas Uray Avian.
Dari sisi keuangan, kinerja tak kalah cemerlang. Realisasi PNBP mencapai Rp73,6 miliar atau 112,65% dari target, sementara penyerapan anggaran mencapai 76,03% dari pagu. Anggaran ini juga digunakan untuk kegiatan sosial, seperti program Makanan Gratis bagi warga sekitar dan penanaman ribuan pohon kelapa sebagai kontribusi terhadap ketahanan pangan dan lingkungan.
Capaian pelayanan publik pun dinilai “Sangat Baik” berdasarkan hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dengan skor 99,80 dari 100.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang cepat, akurat, dan humanis. Ini bukti nyata transformasi keimigrasian menuju Indonesia yang tangguh, modern, dan berdaulat,” ujar Uray.
Capaian luar biasa ini menjadi refleksi semangat seluruh jajaran Kantor Imigrasi Medan dalam menghadirkan pelayanan prima, memperkuat kepercayaan publik, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.










