PotretBisnis.Com, Medan – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), perusahaan tambang seng dan timah hitam, menegaskan komitmennya berinvestasi di Sumatera Utara dengan berpartisipasi dalam Pekan Inovasi & Investasi Sumatera Utara (PIISU) ke-11 Tahun 2025. Ajang ini berlangsung pada 20–23 Agustus 2025 di Lapangan Istana Maimun, Medan.
Dalam pameran tersebut, PT DPM menampilkan teknologi pertambangan sekaligus memberikan informasi mengenai rencana investasi di sektor seng dan timah hitam di Kabupaten Dairi. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan melalui delapan pilar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
PIISU 2025 sendiri digelar sebagai sarana promosi potensi daerah, peluang investasi, dan produk unggulan Sumut. Kegiatan ini diisi dengan pameran inovasi pembangunan dan investasi, pameran kerajinan, Business Investment Forum, festival kuliner, gelar busana daerah, serta pertunjukan seni dan budaya Nusantara.
Radianto Arifin, Chief Legal and External PT DPM, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di Sumut.
“Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada perkembangan ekonomi dan sosial di Sumatera Utara, kami menampilkan teknologi pertambangan yang akan diterapkan serta memberikan informasi terkait investasi kami dalam mengembangkan sektor pertambangan seng dan timah hitam di Kabupaten Dairi. PT DPM siap mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong realisasi investasi demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Proyek tambang yang dikembangkan PT DPM di Kabupaten Dairi diproyeksikan menyerap investasi sebesar US$452 juta. Kapasitas pengolahan bijih ditargetkan mencapai 1 juta metrik ton per tahun dengan kadar rata-rata 6,9% seng dan 11–12% timbal, serta tingkat pemulihan sekitar 85%.
Walau belum beroperasi penuh, PT DPM saat ini telah memperkerjakan 150 karyawan, di mana 72% merupakan tenaga kerja lokal asal Kabupaten Dairi. Ketika memasuki fase produksi, jumlah tenaga kerja langsung yang dapat terserap diperkirakan mencapai 600 hingga 1.000 orang.
Selain fokus pada investasi, Radianto menegaskan bahwa PT DPM juga menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan masyarakat melalui PPM berbasis delapan pilar. Program ini mencakup:
-
pemberian beasiswa kepada 12 putra-putri terbaik Dairi untuk melanjutkan studi di Guangdong Polytechnic of Industry & Commerce serta Central South University, Tiongkok,
-
renovasi taman baca, bantuan buku, serta honor untuk guru PAUD dan SD,
-
bantuan tas sekolah bagi siswa berprestasi di enam desa sekitar tambang,
-
pemberian makanan tambahan bagi lebih dari 1.200 balita dan lansia,
-
pembinaan serta pelatihan bagi 200 petani kopi dan kakao di desa lingkar tambang.
Di bidang lingkungan, PT DPM mendukung program penanaman sejuta pohon di Kabupaten Dairi dengan memberikan 10.000 bibit kemiri. Selain itu, perusahaan juga melakukan pelestarian mangrove dengan menanam sekitar 217.000 pohon Rhizophora di Kabupaten Langkat.
“Partisipasi kami dalam PIISU 2025 mencerminkan komitmen PT Dairi Prima Mineral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara melalui investasi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang. Kami berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi, khususnya bagi masyarakat lingkar tambang,” tutup Radianto










