PotretBisnis.com, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) perkuat keamanan siber sebagai langkah nyata menjaga kepercayaan publik dan kestabilan sistem keuangan di tengah makin canggihnya ancaman digital. Upaya ini juga bertujuan memberikan rasa aman bagi nasabah dalam menyimpan dananya di perbankan nasional.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa keamanan siber LPS kini tidak lagi dianggap sebagai isu teknis belaka, melainkan telah menjadi bagian integral dari manajemen risiko strategis.
Baca juga: Indeks Menabung Konsumen Juni 2025 Menguat ke Level 83,8
“Melalui peningkatan kapasitas internal dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami memastikan seluruh sistem informasi terlindungi dari potensi ancaman siber yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan nasional,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman siber semakin kompleks. Keamanan digital telah menjadi tantangan utama bagi lembaga keuangan di seluruh dunia karena menyangkut kelangsungan operasional, reputasi, hingga dampaknya terhadap perekonomian nasional dan global.
Edukasi Keamanan Siber LPS dan Perlindungan Nasabah
LPS berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran internal terhadap potensi risiko digital. Hal ini bertujuan agar lembaga dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan, termasuk dalam menjamin keamanan simpanan mereka.
IMK Naik pada Juni 2025
Dalam kaitannya dengan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, LPS juga mengungkapkan hasil Indeks Menabung Konsumen (IMK) Juni 2025 yang mengalami peningkatan signifikan.
IMK mencatatkan penguatan sebesar 4,8 poin ke level 83,8. Komponen Indeks Waktu Menabung (IWM) naik ke 95,3, dan Indeks Intensitas Menabung (IIM) juga meningkat ke 72,4. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan niat dan optimisme konsumen untuk menabung, didorong oleh berbagai stimulus ekonomi seperti subsidi, bansos, dan diskon transportasi.
Peningkatan ini menunjukkan membaiknya niat dan kemampuan masyarakat untuk menabung. Faktor pendukungnya antara lain program subsidi pemerintah, bantuan sosial (bansos), dan promosi diskon transportasi yang meningkatkan daya beli.
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Juni 2025 tercatat di angka 99,4, sedikit menurun 0,3 poin dari bulan sebelumnya. Meski demikian, indikator ini mencerminkan stabilnya optimisme publik terhadap kondisi ekonomi, termasuk persepsi atas lapangan pekerjaan dan pendapatan masa depan.
Kedua indeks tersebut kini menjadi alat strategis bagi LPS dalam mendeteksi perilaku masyarakat dan potensi risiko terhadap sistem keuangan dari sisi konsumen. Data ini memungkinkan LPS menyusun langkah-langkah mitigasi yang lebih tepat dalam menjalankan peran sebagai penjamin simpanan dan pelaksana resolusi bank.
“Selain bagi LPS, indeks ini juga bisa digunakan oleh regulator lain, pelaku industri perbankan, hingga masyarakat luas sebagai sumber data untuk mengambil keputusan finansial,” tutup Purbaya.











