PotretBisnis.com, MEDAN-Dosen dari Fakultas Teknik dan Komputer Universitas Harapan (UnHar) Medan memenangkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kemenristekdikti tahun anggaran 2024.
Tim PKM yang diketuai Nurjamiyah, S.Kom., M.Cs beranggotakan Muhammad Arifin, S.T., M.T serta Zaharuddin, S.T., M.T. belum lama ini tim melakukan kegiatan PKM dengan mengambil judul “Rancang Bangun Mesin Pembuat Deterjen Cair Kapasitas 100 Liter Dengam Pengatur Kecepatan Untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Usaha Laundry” di desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ketua tim Nurjamiyah, S.Kom., M.Cs didampingi para anggota tim mengatakan usaha yang telah didirikan sejak tahun 2020 oleh Sugeng beserta Istri selama ini banyak memiliki kendala yaitu pertama dalam proses produksinya, pembuatan deterjen cair masih dilakukan dengan cara manual (di aduk tanpa alat bantu) sehingga hasil produksinya terkadang kurang memenuhi harapan.
Dalam hal ini deterjen cair yang dihasilkan belum bisa kental. Selain itu kapasitas produksinya juga tidak besar dan proses pembuatannya memakan waktu yang lama untuk melarutkan seluruh bahan bakunya. Kemudian yang kedua hasil racikan deterjen cair hanya digunakan untuk usaha laundry saja. Namun si pemilik usaha berkeinginan untuk memasarkan hasil racikan deterjen cairnya ke masyarakat luas agar mendapatkan tambahan penghasilan. Hal ini belum bisa terlaksana karena izin edar dari produk deterjen cair tersebut belum ada.
Berdasarkan kondisi mitra tersebut, tim PKM akan memberikan bantuan berupa aplikasi pemasaran dan menguruskan izin edarnya juga memberikan mesin pembuat deterjen cair. Dengan adanya mesin pembuat deterjen cair diharapkan dapat membantu dan mempermudah pekerjaan manusia. Sehingga manusia sangat dimudahkan dengan adanya peralatan yang diciptakan dan dapat dioperasikan serta digunakan secara otomatis.
Deterjen yang dihasilkan dari mesin ini lebih berkualitas, lebih kental dan proses pencampuran bahan baku lebih cepat menyatu dan merata. Penggunaan mesin ini dapat menghemat tenaga dan waktu dibandingkan dengan manual atau tenaga manusia. Dengan adanya mesin pembuat deterjen diharapkan dapat menambah perekonomian pengusaha laundry.
Sugeng beserta istri selaku pemilik usaha mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kemenristekdikti dan tim PKM yang telah memberikan bantuan berupa mesin pembuat deterjen cair dan aplikasi pemasaran produk serta izin edarnya. (PB/Andi)









