
PotretBisnis.com, SAMOSIR– Udara sejuk pulau samosir menyerang tubuh para peserta. Sinar matahari masih mengintip di balik bukit barisan yang hijau. Wow.. kenikmatan pagi bersepeda diatas supervolcano toba sudah pasti memberikan kehangatan.
Event bersepeda Toba Audax 2018 memang selalu di tunggu oleh para goweser road bike. Tampak jelas 41 peserta yang berasal dari berbagai negara dan berbagai daerah di indonesia sudah ikut berpartisipasi.
Ini adalah hari kedua Toba Audax 2018 dilaksanakan untuk menjajal rute Tuktuk Siadong, Ambarita, Pasir Putih Parbaba, Pangururan, Menara Pandang Tele hingga menuju Taman Simalem Resort. Peserta menempuh rute sepanjang 143 Km ke arah Merek, Kabupaten Karo.
Para pegowes mulai mengayuh sepeda jenis road bike dari kawasan Tuktuk Siadong, Samosir, Minggu (29/4). Lintasan kali ini, akan melewati 3 kabupaten. Mulai dari Kabupaten Samosir, kabupaten Dairi hingga kabupaten Karo.
Audax berasal dari Bahasa Italia, yang berarti olahraga ketahanan. Ajang ini diperkenalkan pada akhir abad 19 dan aturannya mulai dirumuskan di Perancis pada awal abad 20. Saat ini, pemegang trade mark Audax adalah Perancis, sedangkan Audax Indonesia bermarkas di Lombok. Para peserta Audax bisa melibatkan keluarga, khususnya untuk menikmati jalur dengan menaiki bus dan menginap bersama di resort-resort yang terpilih sebagai pemberhentian para peserta untuk istirahat.
Toba Audax sendiri bukanlah sebuah ajang lomba untuk memperebutkan peringkat kejuaraan. Kegiatan ini lebih memfokuskan diri pada endurance (ketahanan) fisik peserta. Target tertinggi Audax adalah agar seluruh peserta mencapai finish. Namun hal itu tidaklah mudah, sebab Audax sendiri membuat peraturan-peraturan yang cukup menantang bagi peserta yang terbuka bagi umum ini. Audax juga memilih rute-rute yang memberikan nilai tambah bagi para pesertanya, seperti panorama alam yang indah, budaya sosial, dan atraksi lain yang dapat menghibur para peserta di seluruh dunia. Apapun yang terjadi, ajang ini pada akhirnya menciptakan persahabatan di antara para peserta dan antara peserta dengan masyarakat yang mereka temui di sepanjang jalan.
Hendra Sammy mengungkapkan, trek Toba Audax 2018 termasuk terfavorit sekaligus terberat. Sebagai tuan rumah, Hendra selalu mengedepankan kepuasan peserta yang hadir.
“Toba Audax sudah kali kelima digelar sejak pertama kali di tahun 2014. Kegiatan ini sangat baik disambut dari teman-teman pengguna road bike. Apalagi bersepedanya diatas supervolcano toba.” Hendrapun nyeletuk sambil tersenyum.
Diapun mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten yang mendukung event ini untuk bisa mendongkrak pariwisata khususnya Danau Toba.
Sementara itu Edo, peserta asal Timika, Papua mengatakan, sepanjang perjalanan tidak memiliki banyak kesulitan. Hanya beberapa jalan berlubang yang sedang diperbaiki.
Edo bersama beberapa rekannya rela datang ke Sumut hanya untuk menjajal trek itu kembali. Rasa lelah dalam perjalanan terbayarkan dengan eksotisnya pemandangan Danau Toba dari berbagai sudut.
“Enjoy senang dan semua itu, lelah dan agak kepikiran terbayar dengan keindahan toba,” katanya.
Edo sudah pernah menjajal di beberapa daerah seperti, Manado, Surabaya, Bali dan Papua. Namun dia benar-benar terperangah melihat keindahan Danau Toba.
“Gak ada rute yang seindah Danau Toba,” pungkas Edo yang sudah tiga kali ikut Toba Audax. (Pbc/min)









