
PotretBisnis.com, SERDANG BEDAGAI- Desa Celawan, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai dicanangkan menjadi Desa Budaya, Mandiri dan Wisata (BMW). Desa bahari ini mampu mengintegrasikan atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya sejalan dengan struktur budaya masyarakat serta memiliki instrument kemandirian dalam tatanan perekonomian.
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) melalui dana CSR lingkungan hidup menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai mitra kerja sama untuk memberikan dukungan bagi pertumbuhan budaya dengan sejumlah kearifan serta mendongkrak perekonomian masyarakat melalui pembinaan dan pendampingan.
“Program ini dimulai dari melakukan survey terlebih dahulu kemudian menghimpun seluruh potensi dan permasalahan yang ada dan mengidentifikasi baru selanjutnya dituangkan dalam perencanaan strategi”, ujar Ketua Tim Pelaksana Pencanangan Desa BMW Prof.Sayed Umar dalam acara pencanangan desa tersebut di aula kantor Kepala Desa Celawan, Rabu (16/9).
Hadir pada kesempatan tersebut, sejumlah Dosen dari USU yakni; Prof. Ramli, Prof. Suwardi Lubis, anggota DPRD Serdang Bedagai Wahyuni, mewakili Kadis Bappeda M.Said, Sekretaris Camat Pantai Cermin Rorizky Ritonga, Asisten Tanaman Unit usaha Adolina Agus Tobing, Asisten SDM Umum Unit Usaha Adolina Jamaluddin, dan para tokoh masyarakat.
Terpilihnya Desa Celawan sebagai Desa BMW, kata Sayed, karena daerah tersebut masuk dalam wilayah wisata Pantai Cermin, yang telah memiliki potensi yang baik, dan program-program yang nantinya akan dibangun di daerah tersebut konteksnya adalah budaya. Dia berharap program tersebut tidak hanya program dari USU dan PTPN IV melainkan adalah program masyarakat yang mampu memiliki nilai jual yang tinggi dan memberikan motivasi untuk dapat berbuat, mandiri dan tidak ketergantungan.
Sementara, Dekan Fakultas Pertanian USU, Darma Bakti mengatakan bahwa program pencanangan Desa BMW ini sebagai bentuk darma yang ketiga perguruan tinggi yang mempunyai misi pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Kebetulan bahwa misi kami ini disambut oleh pihak PTPN IV yang kita beri nama dengan membangun desa berbudaya, mandiri dan wisata, dan kita berharap para dosen-dosen USU turut membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini sehingga mampu memotivasi mereka melepaskan diri dari kesulitan.”ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga memberikan keuntungan dikalangan mahasiswa dan dosen, untuk menerima umpan balik mengenai apa yang terjadi di masyarakat yang nantinya akan di bawa ke kampus serta dirumuskan, dijadikan pembelajaran bahkan menjadi penelitian untuk dikembangkan sehingga terpenuhinya misi dari perguruan tinggi.
Sedangkan, Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN IV Alimusri mengatakan, kerjasama yang dilakukan dengan Fakultas Pertanian USU merupakan bentuk kepedulian dan dukungan perusahaan untuk menjaga keharmonisan antar individu di Desa Celawan serta masyarakat sekitar perkebunan. “ Kita adalah mitra, saling menjaga dan peduli, PTPN peduli dengan masyarakat serta sebaliknya. Program Binaan Desa BMW menjadi desa yang mandiri dengan memunculkan tempat wisata yang bernuansa budaya akan lebih meningkatkan perekonomian serta mendongkrak pertumbuhan wilayah sekitar”, jelasnya.
Kepala Desa Celawan, Abdul Hamid menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PTPN IV dan para Dosen dan Guru Besar dari Fakutas Pertanian USU atas niat baik dan dukungan yang telah diberikan. Disebabkan selama ini kondisi pertanian di desa tersebut masih minim karena kurangnya pemahaman dan pengatehuan warga.“ Atas nama Desa Celawan saya mengucapkan terima kasih atas niat yang baik dari PTPN IV dan Fakultas Pertanian USU dan Pemkab Sergei”, ujarnya. PotretBisnis/Andi Rambe








