PotretBisnis.Com, MEDAN — Sebanyak 50 tas sekolah lengkap dengan perlengkapan alat tulis dibagikan kepada anak-anak dalam kegiatan Aksi Berbagi dan Edukasi Deteksi Gangguan Pendengaran Sejak Dini bersama LPM dan Kelurahan Sei Agul di Jalan Karya Medan, Senin (24/8/2026).
Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Medan Barat. Kegiatan ini juga dihadiri para lurah se-Kecamatan Medan Barat dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam membangun kepedulian sosial melalui kolaborasi antara pemerintah, LPM, pelaku usaha, dan masyarakat.
Sekretaris Camat Medan Barat Erwin Munte, yang mewakili Camat Medan Barat Maswan Harahap, berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Kelurahan Sei Agul. Ia mendorong agar aksi sosial tersebut dapat diterapkan di kelurahan lain di Kecamatan Medan Barat.
“Mudah-mudahan ini menjadi tolok ukur ataupun role model di Kecamatan Medan Barat untuk tertular juga di kelurahan yang lain,” katanya.
Ketua LPM Sei Agul M. Akhiruddin Nasution mengatakan, pembagian bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian bersama untuk membantu anak-anak mendapatkan fasilitas pendukung belajar yang layak.
Menurutnya, kegiatan tersebut terwujud berkat partisipasi masyarakat dan dukungan perusahaan yang berada di wilayah Kelurahan Sei Agul, yakni PT Mestindo.
Akhiruddin juga mengajak para pelaku usaha di wilayah Sei Agul untuk turut mengambil bagian dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial. Menurutnya, kepedulian dunia usaha dapat dibangun melalui pola sederhana, tetapi dilakukan secara berkelanjutan.
“Jika seluruh pelaku usaha mau terlibat, misalnya dengan konsep satu pengusaha satu anak asuh, kami yakin permasalahan sosial di Sei Agul dapat terentaskan,” harapnya.
Kepada anak-anak penerima bantuan, Akhiruddin berpesan agar bantuan tersebut dijadikan sebagai pemicu semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Sementara itu, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan sosial tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi juga harus disertai perhatian dan pendampingan terhadap anak-anak.
Ade mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, anak-anak harus terus diarahkan pada kegiatan positif agar tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan berkarakter baik.
Ia juga mengajak orang tua, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di Kelurahan Sei Agul.
Selain aksi berbagi, kegiatan tersebut diisi edukasi mengenai deteksi gangguan pendengaran sejak dini yang disampaikan oleh dr. Siti Masliana Siregar, yang juga Ketua TP PKK Sei Agul.
Dalam paparannya, Siti Masliana menjelaskan pentingnya mendeteksi gangguan pendengaran pada anak sejak dini. Menurutnya, gangguan pendengaran dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi bawaan lahir, infeksi saat kehamilan, trauma fisik, hingga efek samping obat tertentu, termasuk obat untuk penyakit TBC.
Ia mengimbau para orang tua untuk mewaspadai tanda-tanda awal gangguan pendengaran pada anak. Beberapa di antaranya adalah anak tidak merespons ketika dipanggil, sering meminta ucapan diulang, menyetel volume televisi atau telepon seluler terlalu keras, hingga mengeluhkan telinga berdenging.
Gangguan pendengaran yang tidak ditangani, lanjutnya, dapat berdampak pada aktivitas anak di sekolah. Anak dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, penurunan prestasi belajar, bahkan kerap disalahpahami sebagai anak yang tidak patuh karena tidak merespons ketika diajak berbicara.
Karena itu, Siti Masliana mengingatkan orang tua agar segera memeriksakan anak ke dokter spesialis THT apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada gangguan pendengaran.
Leave a comment