Home Terkini Erry Resmikan Karantina Ikan Teknologi Canggih Pertama Di Indonesia
Terkini

Erry Resmikan Karantina Ikan Teknologi Canggih Pertama Di Indonesia

Share
Share
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi saat meresmikan gedung  Layanan Pemeriksaan Fisik serta Launching Modernisasi Sistem Pengawasan dan Pelayanan Berbasis Warehouse di kantor BKIPM di Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumut, Senin (19/2). PotretBisnis/HO

PotretBisnis.com, DELI SERDANG– Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meresmikan Gedung Layanan Pemeriksaan Fisik serta melaunching Modernisasi Sistem Pengawasan dan Pelayanan Berbasis Warehouse yang pertama di Indonesia milik Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di kantor BKIPM wilayah I Medan I Jalan Karantina Ikan, dekat Bandara Kulanamu, Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Senin (19/2/2018).

Hadir disitu Kepala BKIPM Direktorat Jenderal Pengawaaan Daya Saing dan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Rina, Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, Kepala BKIPM Wilayah I Medan I M. Burlian, mewakili Forkopimda Sumut, GM Angkasa Pura II Bandara Kuala Namu Arif Darmawan, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Nur Isnin Istiartono, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar, Komandan Pangkalan TNI Laksamana Ariswiyanto, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Kepala BKIPM Belawan dan Tanjung Pinang, mewakili Kepala Bea Cukai dan kepala Imigrasi dan sejumlah SKPD Pemprov Sumut.

‘’Gedung layanan dengan modernisasi sistem pengawasan dan pelayanan berbasis warehouse dengan sarana x-ray adalah yang pertama di Indonesia bukan hanya di Sumut, semoga dapat menjadi pilot project atau contoh untuk BKIPM lainnya,’’ ucap Tengku Erry.

Erry menyampaikan, Sumut yang memiliki 8 bandara, 2 pelabuhan dan 2 pantai yakni pantai timur dan barat tentunya perlu pengawasan yang ketat dalam bidang ekspor impor. Begitu pula dalam bidang ekspor imporperikanan yang berhubungan dengan Custom, Immigration and Quarantine (CIQ).

Maka dengan terobosan baru ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian kita, karena pertumbuhan ekonomi suatu negara dilihat dari meningkatnya ekspor. Dan sistem karantina ikan ini memudahkan para pengusaha perikanan karena telah terintegrasi dengan Avsec AP II, Beacukai,  Imigrasi dan Otoritas Bandara yang tentunya dalam rangka mempermudah pelayanan terhadap perusahaan eksportir kita. ‘’Dengan terintegrasinya sistem ini dengan semua lini akan membuat pekerjaan ini menjadi lebih efisien,’’ sebut Erry.

Erry tak lupa mengapresiasi BKIPM Wilayah I Medan I yang telah melakukan terobosan dalam sistem karantina ikan.  ‘’Saya bangga karantina ikan Sumut menjadi yang pertama di Indonesia,’’ tandas Erry.

Pada kesempatan yang sama Kepala BKIPM Direktorat Jenderal Pengawaaan Daya Saing dan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI DR. Ir. Rina MSi menjelaskan bahwa dengan adanya sistem pengawasan dan pelayanan berbasis warehouse yang memakai system x-ray ini tentunya lebih efisien baik dari segi waktu dan biaya.

Biasanya untuk 30 koli menghabiskan waktu 2 jam memeriksanya kalau secara manual dan hanya diambil 20% sebagai sample, sekarang hanya 15 menit saja tanpa merusak packaging sehingga biaya lebih murah dan kondisi ikan cukup aman.

Disamping itu juga siatem x-ray ini sudah memakai teknologi yang cangih dan dapat terintegrasi dengan semua lini yakni pihak bea cukai dan Bandara Kualanamu untuk memodrenisasi sistem pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual, ujarnya.

“Jadi kalau sudah diperiksa disini maka tidak perlu diperiksa lagi di Bandara Kualanamu, sehingga waktu lebih efisien tidak harus dibongkar yang dapat merusak packaging nya dan biaya juga lebih murah,” ucap Rina.

Selain itu sistem karantina dengan system x-ray bertujuan untuk mengontrol lalu lintas perikanan dan mencegah arus keluar masuk produk ilegal. Dengan sistem karantina modern ini diharapkan, distribusi maupun lalu lintas peredaran perikanan baik ekspor dan impor melalui Bandara Kualanamu lebih efisien karena 30% kargo kita di bandara adalah perikanan.

Karena Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mempunyai 3 misi yakni kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Kedaulatan artinya menjadikan laut senagai masa depan bangsa. Untuk itu diperlukan tanggung jawab seluruh stakeholder terkait, ujarnya.

Sebelumnya mewakili BKIPM Wilayah I Medan I Ir. Anwar MSi melaporkan bahwa karantina ikan sistem warehouse ini dibangun untuk mempermudah ekspor perikanan karena selama ini memerlukan pemeriksaan dalam waktu yang panjang. ‘’Kedepannya diharapkan dengan sistem ini akan semakin terukur dan baik kedepannya, ‘’ ujarnya. PotretBisnis/Rel

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Terkini

Pria di Deli Serdang Ditangkap Bawa Sabu 12,97 Gram, Disimpan di Saku Celana

PotretBisnis.Com,MEDAN — Satresnarkoba Polresta Deli Serdang menangkap seorang pria berinisial FOVT (29),...

Terkini

Kota Mandiri Bekala Masuk PSN, PND Siap Percepat Pengembangan Kawasan

PotretBisnis.Com, MEDAN- Kota Mandiri Bekala di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masuk...

Terkini

Bangun Sinergi TNI AU dan Media, Danlanud Soewondo Raih Kasau Award 2026

PotretBisnis.Com, JAKARTA-Komandan Lanud Soewondo Marsma TNI Tio Hutapea, S.Sos., M.A.P., menerima penghargaan...

Terkini

5G Makin Kuat di Medan, SMARTFREN Hadirkan Internet Tanpa Batas

PotretBisnis.Com,MEDAN — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperkuat kualitas dan...