
PotretBisnis.com, TOBASA – Kementerian ESDM bersama otoritas keuangan belum lama ini melakukan kunjungan satu hari ke industri pulp TPL di kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir, kunjungan sehari tersebut berkaitan dengan capacity building efisiensi investasi pembiayaan energi bagi lembaga jasa keuangan atau perbankan.
Dalam kunjungan itu Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) diwakili Tianni Lisdawati Sihotang ST,MT dan diikuti wakil-wakil perusahaan keuangan meliputi PT Nikko Securities, Bank Mestika, Bank Sumut, Bank Maspion, Bank Ekonomi, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri dan OJK (otoritas jasa keuangan). Tianni mengatakan lawatan bertujuan untuk melihat dari dekat efisiensi energi yang dilakukan TPL (PT Toba Pulp Lestari,Tbk) dalam operasional perusahaannya.
Kunjungan diawali peninjauan ke pusat pembibitan (nursery) yang menghasilkan 2,1 juta bibit klon ekaliptus (eucalyptus sp) per bulan. Di lokasi ini rombongan berkesempatan melihat langsung proses pembibitan ramah lingkungan yang ditangani wanita-wanita terampil lokal menggunakan sistem daur-ulang. Di lokasi ini juga dibibitkan haminjon (kemenyan) yang kemudian ditanam bersama-sama dengan masyarakat sekitar kawasan hutan sebagai tanaman kehidupan untuk kepentingan petani.
Denny Herwaman, manajer risiko kredit Bank Sumut, memberikan apresiasi terhadap program daur-ulang dengan mengatakan, “Ini sangat bagus, karena selain melajukan efesiensi, tube atau tiup (tempat pembiakan bibit pengganti polybag) tidak merusak lingkungan karena tidak menjadi sampah serta dapat digunakan kembali hingga berkali-kali.”
Rombongan yang diterima Direktur TPL Juanda Panjaitan bersama para manajer senior Tagor Manik, Sri Nurhayati Pasaribu, dan Jekson Sinurat, berkesempatan melihat kinerja operasional pabrik yang mengolah bahan baku kayu menjadi pulp (bubur kertas) berkualitas ekspor, termasuk pembangkit listrik multi bahan bakar (multi-fuel-boiler). Abdullah Fahmi, Kepala Bagian OJK Sumatera, mengemukakan penilaiannya terhadap produktivitas energi dengan mengatakan, “TPL melakukan efisiensi energi sangat-sangat bagus, mulai dari menghasilkan energi listrik sendiri untuk operasional pabrik hingga program daur-ulang yang sangat efisien.
Program ini sangat membantu meringankan biaya.” Komentar itu mengemuka usai meninjau multi-fuel-boiler perusahaan yang menghasilkan listrik untuk pemakaian sendiri dengan memakai bahan bakar campuran sehingga tidak bergantung pada satu macam bahan bakar meliputi bbm, kulit kayu serta cangkang, tandan, dan pelepah kelapa sawit.
Pada akhir kunjungan Tianni berterima kasih atas kesempatan menyaksikan sendiri pengelolaan efisiensi yang dilakukan TPL dalam operasionalnya. Dia berkata, “Saya sudah mengunjungi beberapa perusahaan di Indonesia, dan TPL dapat dikategorikan perusahaan yang melakukan efisiensi energi dengan sangat baik. Saya harap perusahaan lain dapat melakukan hal serupa,” ujarnya Rabu (18/5). Kunjungan diakhiri pemberian cinderamata dari Kementerian ESDM yang diterima oleh Tagor Manik. PotretBisnis/Andi Rambe-Rel







