
PotretBisnis.com, MEDAN-Anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon mengagumi dan memuji jalan tol Medan-Binjai saat melintasinya dalam kegiatan mengisi masa reses, Kamis (2/11). “Pembangunan tol ini menunjukkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memperhatikan pentingnya infrastruktur bagi daerah di luar Jawa, terutama Sumatera Utara,” katanya.
Dia menyebut sejak awal pemerintahannya, pasangan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memang memiliki sembilan agenda prioritas yang disebut Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Satu poin prioritas dalam agenda itu adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, nah pembangunan jalan tol Medan-Binjai ini merupakan satu bentuk realisasinya,” kata Effendi Simbolon.
Seperti diketahui Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Medan-Binjai (ruas Helvetia-Binjai) bersama ruas jalan tol Kualanamu-Sei Rampah pada pertengahan Oktober lalu. Ruas jalan tol Medan-Binjai ini sepanjang 10,46 km, sedangkan ruas tol Kualanamu-Sei Rampah merupakan ruas jalan tol terpanjang di Sumatera, mencapai 42 km.
Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang mendapat dukungan masyarakat untuk maju bertarung sebagai calon gubernur Sumut di Pilgubsu 2018 ini rampungnya jalan tol Medan-Binjai akan mempersingkat waktu tempuh dari Medan ke Binjai terus ke Banda Aceh dan sebaliknya, demikian pula tol dari Kualanamu menuju Sei Rampah. “Kedua jalan tol dapat dapat mengurai kepadatan lalulintas pada jalan nasional sehingga distribusi barang dan orang menjadi lancar, yang kemudian dapat menekan harga barang menjadi lebih murah di Sumut dan Aceh,” jelas Effendi Simbolon.
Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ini mengatakan operasional dua ruas tol ini akan mendorong laju ekonomi Sumut menjadi semakin kuat , dimana kalau sekarang hanya tumbuh di kisaran 5-6 persen, maka tahun depan seharusnya bisa tumbuh di atas 6 persen.
Saat disinggung bahwa bahwa pembangunan jalan tol Medan -Binjai sebenarmya diproyeksikan sepanjang 16,73 km tetapi selesai dibangun sepanjang 10, 46 km yaitu Helvetia-Binjai, demikian pula tol Medan -Kualanamu-Tebingtinggi direncanakan sepanjang 61,65 km tetapi baru selesai dikerjakan sepanjang 42 km, Effendi Simbolon meyakini pemerintah pusat akan tetap berkomitmen meneruskan pembangunan jalan tol di Sumut. “Saya akan mendorong komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo itu terhadap Sumut,” tuturnya Effendi Simbolon yang mendapat dukungan semakin menguat saat melakukan kunjungan silaturahim ke berbagai simpul masyarakat dan tokoh agama di seluruh Sumatera Utara sepekan ini.
Dia mengatakam Sumut memiliki Danau Toba yang sudah menjadi kawasan pariwisata strategis nasional, selain ada pula Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei sehingga butuh infrastruktur yang kuat untuk membuka akses mendukungnya. “Ini potensi ekonomi besar dari Sumut yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Effendi Simbolon.
Effendi juga menghimbau masyarakat untuk mendukung program pembangunan infrastruktur tersebut, dengan mempermudah proses pembebasan lahan bagi warga yang tanahnya dilintasi jalan tol tersebut. “Proyek ini adalah pekerjaan besar pemerintahan saat ini sehingga juga butuh dukungan penuh dari masyarakat, mari kita bantu pemerintah supaya ekonomi Sumut bisa terpacu kencang mendorong perekomian nasional,” katanya. PotretBisnis/Rel-Tim Bravo








