PotretBisnis.Com, Pontianak-Aktivitas di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, terus bergerak dinamis. Dikelola oleh PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak sejak Agustus 2022, terminal ini kian menegaskan perannya sebagai simpul penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan ekspor komoditas Kalimantan Barat.
Didukung lokasi strategis yang dekat dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Terminal Kijing menjadi pintu utama pergerakan logistik, khususnya komoditas perkebunan dan pertambangan. Dari waktu ke waktu, kinerja operasionalnya menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas bongkar muat dan throughput.
Pada April 2026, aktivitas kembali terlihat melalui bongkar muat bauksit oleh kapal tongkang BG Bahari 30073 dengan total muatan sekitar 6.530 ton. Kegiatan ini menjadi bagian dari rantai pasok industri mineral, khususnya untuk mendukung kebutuhan bahan baku hilirisasi aluminium di dalam negeri.
Dengan kapasitas melayani kapal hingga 100.000 DWT dan kemampuan sandar lebih dari 15 kapal secara simultan, Terminal Kijing terus meningkatkan layanan melalui optimalisasi peralatan seperti harbour mobile crane, hopper, dan grab. Upaya ini dilakukan untuk menjaga efisiensi dan keandalan operasional di tengah tingginya aktivitas logistik.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, menegaskan bahwa Terminal Kijing memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi kawasan. “Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat, tidak hanya memperlancar arus barang tetapi juga memperkuat ekosistem logistik nasional,” ujarnya.
Sepanjang Triwulan I 2026, total throughput tercatat sekitar 1,5 juta ton, didominasi komoditas curah kering dan curah cair. Tingginya capaian kinerja ini mencerminkan kuatnya pergerakan komoditas utama seperti bauksit, batubara, dan alumina yang menjadi penopang industri nasional.
Tak hanya itu, Terminal Kijing juga mendukung Proyek Strategis Nasional, termasuk kebutuhan logistik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), serta mengadopsi sistem digital PTOS-M untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Dengan dukungan infrastruktur dan inovasi berkelanjutan, terminal ini terus diproyeksikan menjadi hub logistik utama yang mendorong daya saing ekspor dan pertumbuhan industri di Kalimantan Barat.










