• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Ketentuan Penggunaan
Monday, April 20, 2026
Potret Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik
No Result
View All Result
Potretbisnis
No Result
View All Result

LLDIKTI Diminta Percepat Penyelesaian Wisuda 830 Mahasiswa UDA Warga Sorot Kepemimpinan Yayasan

Incek Budi by Incek Budi
April 20, 2026
in Umum
0
LLDIKTI Diminta Percepat Penyelesaian Wisuda 830 Mahasiswa UDA Warga Sorot Kepemimpinan Yayasan

POTRETBISNIS.COM, MEDAN – Konflik kepentingan internal di Universitas Darma Agung (UDA) tampaknya belum benar-benar usai, meski rekonsiliasi telah digelar. Alih-alih menghadirkan solusi, kesepakatan yang difasilitasi LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara justru dinilai mandek di tingkat implementasi.

Di lapangan, 830 mahasiswa yang seharusnya segera diwisuda malah diduga terjebak dalam tarik-menarik kepentingan internal yayasan. Rekonsiliasi yang berlangsung pada 30 Maret 2026 di kantor LLDIKTI Wilayah I Sumut, dipimpin langsung oleh Saiful Anwar Matondang, menghasilkan kesepakatan tegas: tidak boleh ada pihak yang mempersulit proses wisuda, dan segala bentuk pungutan diluar ketentuan dilarang.

READ ALSO

Mencari Keadilan bagi Mahasiswa Miskin: Kejatisu Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi KIP

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Lepas 10.000 Pemudik, Fasilitasi 215 Bus ke Jawa dan Sumatera

Bahkan, dua kubu pengurus yayasan AHU 2022 dan AHU 2025 diminta berkoordinasi demi menjamin kepastian akademik mahasiswa dalam hal ini wisuda 830 mahasiswa.

Namun realitas berbicara lain. Sejumlah mahasiswa,Senin (20/4) mengaku proses wisuda justru semakin rumit. Mereka menilai pengurus yayasan versi AHU 2022 dan 2025 terkesan mengabaikan hasil rekonsiliasi.

Menurut mahasiswa kedua kubu yayasan seharusnya bertanggung jawab terhadap masa depan mahasiswa dan bukan sebaliknya. Lepas tangan seolah-olah bukan tanggung jawab mereka.

“Kami sangat bermohon agar kedua kubu yayasan UDA memiliki empati dan tanggung jawab moral terhadap kami mahasiswa,” tegas mahasiswa.

Jangan lah konflik kepentingan yayasan UDA mengorbankan kami.

Menurut mahasiswa ,pasca rekonsiliasi, berbagai alasan administratif muncul ke permukaan mulai dari verifikasi data akademik hingga keuangan yang oleh mahasiswa dianggap berlarut-larut dan tidak transparan. Mahasiswa berharap pemangku kebijakan tidak lepas tanggung jawab.
Lebih ironis, LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara yang seharusnya menjadi penengah justru dinilai pasif.

Tidak ada langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran kesepakatan. Situasi ini memunculkan kecurigaan di kalangan mahasiswa: apakah pengawasan benar-benar berjalan, atau justru terjadi pembiaran sistematis?

Kata mahasiswa kabar yang beredar semakin memperkeruh keadaan. Dari 830 mahasiswa, tidak satu pun dipastikan ikut wisuda pada 25 April. Pejabat yang menangani validasi dan verifikasi data bahkan sulit dihubungi, sementara akses terhadap data akademik disebut-sebut tertutup.

Pihak internal berdalih, penundaan terjadi karena proses verifikasi yang belum rampung. Mereka mengklaim harus memastikan keabsahan data akademik dan keuangan mahasiswa, termasuk mencegah adanya pembayaran yang tidak tercatat atau pungutan liar oleh oknum.

Argumen ini sekilas terdengar prosedural, namun di mata mahasiswa, alasan tersebut tidak menjawab akar persoalan: mengapa setelah rekonsiliasi, justru muncul hambatan baru?

Pernyataan internal bahkan mengindikasikan kemungkinan wisuda baru dilakukan pada tahap berikutnya, sekitar akhir Mei atau awal Juni. Artinya, janji percepatan wisuda yang digaungkan dalam rekonsiliasi praktis tak lebih dari formalitas.Di titik ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar jadwal wisuda, melainkan kredibilitas institusi.

Ketika keputusan resmi tidak dijalankan, dan pengawasan terkesan lemah, mahasiswa menjadi pihak yang paling dirugikan.
Mahasiswa kini mendesak LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara untuk tidak sekedar menjadi fasilitator, tetapi juga penegak komitmen.

Tanpa langkah konkret, publik berpotensi menilai konflik internal ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi, melainkan cerminan buruk tata kelola pendidikan tinggi.Karena itu, mahasiswa kini tidak hanya menuntut kejelasan, tetapi juga pertanggungjawaban. Saiful Anwar Matondang sebagai pimpinan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara didesak turun tangan secara konkret: memastikan kesepakatan rekonsiliasi dijalankan, menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menghambat proses wisuda, serta membuka transparansi terhadap proses verifikasi data.

Tanpa langkah tegas, publik berpotensi menilai bahwa otoritas pengawas justru gagal menjalankan fungsinya. Lebih jauh lagi, pembiaran terhadap dugaan pelanggaran ini dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan tinggi.Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rekonsiliasi hanya akan menjadi dokumen tanpa makna sementara 830 mahasiswa tetap menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

Mahasiswa juga mengingatkan agar polemik ini tidak terus berubah menjadi “drama” berkepanjangan yang justru membebani mereka. Persoalan wisuda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menyangkut masa depan, akses kerja, kelanjutan studi, hingga kepastian status akademik.

Mereka berharap tidak ada lagi alasan yang berulang-ulang tanpa solusi nyata.Kesabaran mahasiswa, yang selama ini masih terjaga, bukan tanpa batas. Jika situasi ini terus berlarut tanpa kepastian, bukan tidak mungkin gelombang protes yang lebih besar akan muncul ke permukaan.

Sejumlah mahasiswa menjelaskan kronologis singkat konflik UDA dalam kekisruhan Darma Agung sejak Februari 2025 sampai saat ini 20 April 2026 sudah banyak hal terjadi di kampus Darma Agung dimana melibatkan ahli waris TD. Pardede AHU 2022 dan AHU 2025.

Pada saat itulah dimulai kekisruhan di Darma Agung.Konflik internal yayasan ini sangat merugikan seluruh mahasiswa dimulai stambuk 21, 22, 23, 24 di seluruh fakultas yang ada di Darma Agung, terjadi dualisme karena pada bulan April 2025 dimana Dr. Ansori Lubis selaku rektor yayasan AHU 22 mengundurkan diri.

Kemudian yayasan AHU 25 menunjuk Prof. Dr. Suwardi Lubis sebagai rektor Yayasan mereka Sebagai pengganti Dr. Ansori Lubis, yayasan AHU 22 menunjuk Wakil Rektor 1 Dr. Lilis S Gultom sebagai rektor.

Selanjutnya pada Mei Kemenkumham memblokir AHU 25 sampai ada pengadilan yang menetapkan AHU mana yang sah sebagai penyelenggara pada 21 oktober 2025, Dirlaga mengeluarkan surat AHU 25 yang sudah terblokir sebagai penyelenggara rekonsiliasi antar dua yayasan yang sedang bersengketa.

Dalam perjalanannya, pada 2 Maret 2026 gugatan yayasan AHU 22 di Pengadilan Negeri Medan dinyatakan NO dan saat ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Medan.

Rektor AHU 22 Dr. Lilis S Gultom mempertimbangkan nasib mahasiswa sehingga memutuskan untuk menyerahkan data seluruh mahasiswa kepada LLDIKTI agar supaya proses akademi berjalan. Mahasiswa yang akan diwisuda berjumlah 830 dan sekitar 2.000 mahasiswa ongoing
Kemudian 30 maret 2026 terjadi rekonsiliasi kesepakatan antar dua yayasan dimana LLDIKTI memfasilitasi seluruh nilai-nilai yang menjadi hak mahasiswa dan LLDIKTI berjanji melakukan validasi selama 3 minggu sejak 30 Maret 2026.

Dalam kesepakatan rekonsiliasi itu tertulis diantaranya:
1. Nilai-nilai yang ada diakui
2. Tidak ada pungutan diluar kewajiban mahasiswa.

Namun prakteknya kesepakatan rekonsiliasi tidak berjalan.Semua pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak melakukan apapun, bahkan ada diduga mempersulit wisuda 830 mahasiswa.

Pada 25 April 2026 walaupun sudah ada perjanjian di LLDIKTI bahwa 830 wisudawan untuk menyelesaikan validasinya terlebih dahulu. Hal tersebut menyebabkan terjadinya benturan antara calon wisudawan sehingga memperkeruh suasana dalam tubuh Darma Agung.

Besar harapan mahasiswa serta dosen untuk negara dan pemerintah agar mengambil alih karena LLDIKTI dinilai tidak mampu menangani dan menyelesaikan masalah di Darma Agung.

Secara terpisah, Kepala Humas LLDIKTI Wilayah 1 Sumut, Armiadi Asamat ketika dikonfirmasi wartawan terkait mandek pelaksanaan hasil rekonsiliasi, yang merugikan 830 mahasiswa UDA, ia mengatakan persoalan tersebut sudah disampaikan ke pimpinan.”Sudah saya sampaikan.Masih menunggu tanggapan pimpinan,” tutupnya.

Warga Soroti Kepemimpinan Yayasan

Sementara itu warga sekitar kampus UDA menyorot kepemimpinan yayasan. Kata warga kondisi Universitas Darma Agung (UDA) saat ini dinilai jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya pada era 1980 hingga 1990-an.

Saat berada di bawah kepemimpinan TD Pardede, UDA dikenal sebagai salah satu kampus favorit di Sumatera Utara dengan perkembangan yang pesat.

Namun, setelah pengelolaan yayasan beralih kepada generasi penerus keluarga, kondisi kampus tersebut disebut mengalami penurunan signifikan. Sejumlah pihak menilai terjadi kemunduran baik dari sisi manajemen maupun daya tarik kampus.

Permasalahan internal yayasan juga mencuat ke publik. Konflik dalam kepengurusan bahkan dilaporkan telah memasuki ranah hukum dan diproses di pengadilan.

Hal tersebut sangat merugikan mahasiswa.
Warga yang tinggal di sekitar kampus Universitas Darma Agung mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut. Mereka menilai para penerus tidak mampu mempertahankan kejayaan yang pernah dibangun.

“UDA tidak lagi sehebat dulu. Jumlah mahasiswa turun drastis,” ujar seorang warga di sekitar kampus.

Menurut warga, pada masa kejayaannya, keberadaan UDA memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Usaha seperti warung kopi, rumah kos, dan berbagai layanan pendukung mahasiswa berkembang pesat.Kini, kondisi tersebut berubah.

Aktivitas ekonomi di sekitar kampus ikut menurun seiring berkurangnya jumlah mahasiswa.

“Dulu sangat terasa dampaknya bagi ekonomi warga. Sekarang sudah berubah, terkesan salah urus,” tambahnya.

Warga pun menyampaikan kekhawatiran akan masa depan kampus tersebut. Mereka berharap pihak pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kondisi tidak semakin memburuk.

“Kami tidak ingin kampus ini tutup. Tapi kalau tidak ada perbaikan, kekhawatiran itu bisa saja menjadi kenyataan,” tutupnya.

Tags: LLDikti SumutmedanUniversitas Darma Agung

Related Posts

Mencari Keadilan bagi Mahasiswa Miskin: Kejatisu Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi KIP
Umum

Mencari Keadilan bagi Mahasiswa Miskin: Kejatisu Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi KIP

April 16, 2026
Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Lepas 10.000 Pemudik, Fasilitasi 215 Bus ke Jawa dan Sumatera
Umum

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Lepas 10.000 Pemudik, Fasilitasi 215 Bus ke Jawa dan Sumatera

March 18, 2026
Mahasiswa KIP UDA Diduga Dipungut Rp3,3 Juta Untuk UAS Dan UTS
Umum

Pegawai Outsourcing LLDIKTI I Sumut Keluhkan THR Tak Cair, Diduga Hilang Sejak Pergantian Pimpinan

March 14, 2026
Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Pelaku Ditangkap, Satu Diduga Adik Perwira Polisi
Umum

Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Pelaku Ditangkap, Satu Diduga Adik Perwira Polisi

March 13, 2026
Mahasiswa KIP UDA Diduga Dipungut Rp3,3 Juta Untuk UAS Dan UTS
Umum

Mahasiswa KIP UDA Diduga Dipungut Rp3,3 Juta Untuk UAS Dan UTS

March 4, 2026
Pemangku Hak Ulayat dan Masyarakat Lingkar Tambang Dukung Investasi PT Dairi Prima Mineral di Dairi
Energi

Pemangku Hak Ulayat dan Masyarakat Lingkar Tambang Dukung Investasi PT Dairi Prima Mineral di Dairi

March 3, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EDITOR'S PICK

Kuala Tanjung

Tiga Crane Raksasa Finlandia Terpasang di Kuala Tanjung

December 12, 2018
Penutupan TMMD ke – 116 Sukses, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Penutupan TMMD ke – 116 Sukses, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

June 10, 2023
Peresmian Face Recognition Boarding Gate Stasiun Medan

Peresmian Face Recognition Boarding Gate Stasiun Medan

September 14, 2024
Aksi Bersih-bersih di RSUD dr Pirngadi Medan

Aksi Bersih-bersih di RSUD dr Pirngadi Medan

April 13, 2025

POPULAR NEWS

No Content Available
Potret Bisnis

© 2022 Potretbisnis.com by Webmedan.

Navigate Site

  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Umum
  • Transportasi
  • Agri Bisnis
  • Perbankan
  • Perdagangan
  • Jasa
  • Otomotif
  • Politik

© 2022 Potretbisnis.com by Webmedan.

404 Not Found

404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)