
PotretBisnis.com, KISARAN– Pasca kerusuhan dan kebakaran rumah ibadah yang terjadi di kota Tanjung Balai pada Jumat malam (29/7) lalu, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Lintas Agama Kabupaten Asahan berkomitmen untuk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama khususnya di daerah Asahan. Sejumlah elemen masyarakat tersebut terdiri dari yakni organisasi Tionghoa yaitu INTI, PSMTI dan GEMA BUDHA , Organisasi gema Hindu, organisasi Kristen Terdiri dari GAMKI, Pemuda Khatolik, Organisasi. Muslim terdiri dari , HMI,PMII , IMM , KNPI , Pemuda Muslimin, GPII, GPA , Pemuda Hanura ,Teras Ummat, PWI ,Pemuda Muhammaddiyah.
Pertemuan yang di inisiasi oleh tokoh pemuda Asahan Anda S. Rambe, SH tersebut berkomitmen untuk terus memelihara kerukunan umat beragama di daerah Asahan. ” Kita berharap pertemuan ini semakin mempererat hubungan antar lintas agama untuk saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan berbangsa dan tetap berpedoman teguh pada Bhineka Tunggal Ika” katanya disela-sela pertemuan bersama para tokoh pemuda dan elemen masyarakat Asahan, di Lim Cafe Kisaran, Minggu (31/7).
Anda meyakini umat beragama di daerah tersebut masih mempunyai integritas yang tinggi sehingga tak mudah terpancing dan tersulut amarah yang berbau SARA seperti yang terjadi Kota Tanjung Balai, meskipun Kabupaten Asahan berbatasan langsung dengan Tanjung Balai.
Seperti diberitakan sebelumnya terjadi kerusuhan berbau SARA di Kota Tanjung Balai, yang diduga adanya keberatan dari seorang Etnis Tionghoa atas volume adzan yang dikumandangkan di salah satu mesjid. Peristiwa itu menyebabkan enam rumah ibadah umat Buddha rusak. PotretBisnis/ASR-








