PotretBisnis.Com, MEDAN-Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan alat berat pembersihan lahan pascabanjir di Aceh melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects senilai USD452.357 kepada Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Rabu (1/7/2026).
Acara yang digelar di Sekolah Laboratorium Syiah Kuala ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, Ketua Pembina Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan, Ketua Pelaksana Bidang Penanggulangan Bencana Aceh Bahron Bakti, S.T., M.T., Kepala Dinas PUPR Bireuen, Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, serta tamu undangan lainnya.
Jepang telah lama mendukung pemulihan bencana di Aceh, mulai dari rekonstruksi perumahan, sekolah, hingga infrastruktur dasar pascagempa dan tsunami 2004. Komitmen tersebut berlanjut melalui berbagai program, termasuk pembangunan Pusat Edukasi Tsunami di Meulaboh yang diresmikan pada Desember 2024.
Melalui proyek ini, Pemerintah Jepang menyerahkan delapan unit alat berat, terdiri atas empat ekskavator dan empat truk, guna mempercepat upaya penanganan dan pemulihan bencana di Provinsi Aceh.
Bantuan hibah ini merupakan wujud kerja sama dan kepedulian masyarakat Jepang terhadap masyarakat Indonesia. Program Hibah Grassroots bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan, sosial, pendidikan, dan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia.Bila naskah ini akan dijadikan rilis media, saya juga dapat menyesuaikannya dengan gaya penulisan berita yang lebih ringkas (judul, lead, dan isi) seperti format Humas Pemerintah Kota Medan.











