Potretbisnis.com, Deliserdang – Harapan Timnas Indonesia U-17 untuk menutup turnamen dengan gelar juara pupus setelah kalah 1-2 dari Mali U-17 pada laga pamungkas Grup Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin malam.
Kekalahan ini membuat Garuda Muda hanya finis sebagai runner-up dengan koleksi 4 poin.
Mali memastikan gelar juara berkat catatan sempurna tiga kemenangan (9 poin). Posisi ketiga ditempati Tajikistan (2 poin), sementara Uzbekistan harus puas di dasar klasemen (1 poin).
Jalannya Pertandingan
Indonesia tampil dengan pola 3-4-3 racikan pelatih Nova Arianto. Dafa Gasemi kembali dipercaya di bawah mistar, diapit oleh barisan belakang Putu Panji, Mathew Baker, dan Algazani. Lini tengah diisi Eizar Jacob, Fabio Azkairawan, Evandra Florasta, serta Nazriel Alfaro. Adapun trisula depan ditempati Fadly Alberto, Dimas Adi Prasetyo, dan Mierza Firjatullah.
Mali U-17 menurunkan formasi 3-4-1-2 dengan Sinaba sebagai penjaga gawang. Tiga palang pintu utama adalah Kone, Konate, dan Konare. Di lini tengah ada Berthe, Siriki, Diakite, serta Traore. Dembele berperan sebagai playmaker untuk mendukung duet striker Bomba dan Zumania Ballo.
Sejak awal laga, permainan terbuka tersaji. Mali langsung mengancam lewat sundulan Ballo di menit ke-6 yang masih bisa ditepis Dafa. Upaya berikutnya hadir melalui sepakan jarak jauh Traore dan Diakite, namun belum berbuah gol.
Tekanan akhirnya berbuah hasil. Menit ke-23, umpan silang dari sisi kiri disambar tandukan keras Ballo yang tak mampu diantisipasi kiper Indonesia. Skor berubah 0-1. Tak lama berselang, giliran Seido Dembele memperlebar keunggulan lewat tendangan jarak jauh di menit ke-34.
Indonesia mencoba bangkit. Pada menit ke-37, skema lemparan jauh berhasil dimanfaatkan Fadly Alberto yang menanduk bola ke gawang Mali. Skor 1-2 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Mali tetap mendominasi permainan meski kesulitan menambah gol. Indonesia berusaha keluar dari tekanan, tetapi tak ada tambahan gol tercipta hingga laga berakhir. Skor akhir 1-2 untuk kemenangan Mali sekaligus memastikan mereka keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025. ***










