PotretBisnis.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menaruh harapan besar pada sektor pertambangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui percepatan operasional PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kabupaten Dairi, yang dinilai mampu mendorong realisasi investasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumut, Dr. H. Faisal Arif Nasution, S.Sos., M.Si, menyebutkan target investasi Sumut pada 2025 mencapai Rp53,7 triliun dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Keberadaan PT Dairi Prima Mineral sangat diharapkan segera memasuki tahap konstruksi dan produksi, agar bisa berkontribusi terhadap capaian tersebut,” katanya, Jumat (18/7/2025).
Potensi Perkuat Ekonomi Lokal dan UMK
Menurut Faisal, kehadiran DPM juga membuka peluang penguatan ekonomi lokal, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
“DPM dapat membangun kemitraan agar UMK bisa naik kelas dan masuk ke rantai pasok industri. Termasuk menyerap tenaga kerja lokal, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
PAD Dairi Berpotensi Naik Tajam
Berdasarkan data Pemkab Dairi, PAD daerah ini mengalami peningkatan sejak 2022, meski masih berada di bawah 10 persen dari total APBD. PAD tercatat sebesar Rp70,43 miliar (6,2%) pada 2022, naik menjadi Rp91,30 miliar (7,5%) pada 2023 dan Rp98,38 miliar (7,8%) pada 2024.
Operasional DPM diyakini mampu mendongkrak kontribusi PAD secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Akademisi: Tambang Harus Dikelola Inklusif
Pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, menilai sektor tambang bisa menjadi lokomotif ekonomi lokal, asalkan dikelola secara akuntabel dan inklusif.
“Tambang punya potensi besar mendorong PAD lewat pajak dan retribusi. Tapi jangan sampai menimbulkan ketimpangan sosial. Program CSR harus menyentuh langsung masyarakat sekitar tambang,” tegas Agus.
Secara nasional, subsektor pertambangan memberikan kontribusi besar dalam capaian investasi 2024, yang mencapai Rp1.714,2 triliun, melebihi target Rp1.650 triliun.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyampaikan bahwa reformasi regulasi dan perizinan adalah kunci utama menciptakan iklim investasi yang sehat.
“Kami tengah merevisi tiga aturan pelaksana dan membentuk satgas untuk memberantas premanisme di lapangan,” ungkap Todotua.
Pemerintah Provinsi Sumut menetapkan target ambisius: pertumbuhan ekonomi naik dari 5,03 persen (2024) menjadi 7,6 persen (2029), sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Keberadaan PT DPM diharapkan bukan hanya menggerakkan ekonomi daerah, tapi menjadi contoh investasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” pungkas Faisal.









