PotretBisnis.com, MEDAN-Anggota Komisi III DPRD Medan, dr Faisal Arbie M.Biomed, meminta Wali Kota Medan Rico Waas, untuk mempertimbangkan kembali menyetujui kegiatan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) digelar tahun 2026. Pasalnya event tahunan yang menelan biaya miliaran rupiah tersebut tak menunjukkan perubahan apapun bagi masyarakat Kota Medan khususnya bagi suku Melayu yang ada di Kota Medan.
Apalagi, sebut dr Arbie, setiap daerah terutama Pemko Medan tengah menjalankan instruksi Presiden Prabowo perihal efisiensi anggaran. Alangkah baiknya seluruh OPD mendukung kebijakan Wali Kota Medan Rico Waas demi terwujudnya Medan untuk Semua.
“Kalau ekonomi masyarakat dan kunjungan wisatawan lokal domestik maupun mancanegara meningkat, apa tolak ukurnya? Saya lihat tak ada yang berubah. Hanya sekadar menghambur-hamburkan anggaran saja,” ujar dr Arbie dikutip Waspada online, Rabu (21/5).
Politisi Partai Nasdem Medan ini kembali mengingatkan, keputusan efisiensi anggaran yang ditegaskan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini bukan tanpa dasar. Program-program masa kampanye dahulu seperti makan bergizi gratis (MBG), pemerataan infrastruktur dan lain sebagainya itu memerlukan finansial yang cukup besar.
“Alangkah bijaknya Wali Kota Medan Rico Waas mengingatkan bawahannya Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan untuk mengalihkan event tahunan itu ke kegiatan yang lebih penting lagi dan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Kegiatan apa misalnya yang bisa dibuat dinas terkait untuk meningkatkan geliat wisata dan perekonomian warga,” ujarnya.
Menurutnya, kota yang dikenal sebagai kota MICE (meeting, incentives, conventions and exhibitions) destinasi wisata Kota Medan terkesan jalan di tempat. Bahkan, tak banyak investasi yang masuk ke kota ini.
“Lihat saja sekarang, seberapa banyak hotel, mall dan bangunan baru yang muncul? Pertumbuhan ekonomi Kota Medan seperti mati suri. Kalau yang saya sebutkan tadi menggeliat, banyak membutuhkan tenaga kerja. Artinya apa, terjadi perputaran ekonomi,” ujarnya.
Arbie berpesan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Ody Anggia Batubara, untuk menciptakan inovasi baru guna meningkatkan pariwisata berbasis masyarakat di kota ini. “Bila perlu, belajar dari kota-kota lain yang ada di Indonesia. Gak salah mencontoh demi kebaikan,” pungkasnya.
Gelar Melayu Serumpun 2025 rencananya berlangsung sejak 21-24 Mei 2025 mendatang, di halaman Istana Maimun, Medan. Kegiatan yang dibuka Wali Kota Medan Rico Waas dan dihadiri seluruh jajaran Pemko Medan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp1,9 miliar bersumber dari APBD TA 2025. Untuk tender yang dilaksanakan pada April 2025 lalu itu dimenangkan PT Cakrawala.










