Potretbisnis, Medan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat total pembayaran klaim sepanjang 2024 mencapai Rp3,22 triliun. Dari jumlah tersebut, Program Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai klaim sebesar Rp2,61 triliun, mendominasi klaim dari lima program jaminan yang dikelola.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Henky Rhosidien, menyampaikan bahwa jumlah tersebut berasal dari 241.544 klaim atas lima program jaminan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Klaim terbesar berasal dari Program JHT sebesar Rp2,61 triliun, disusul Program JK senilai Rp328 miliar, JKK Rp159 miliar, JP Rp99 miliar, dan JKP Rp15,5 miliar,” ujar Henky di Medan, Selasa (17/12).
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mencatat penyaluran beasiswa senilai Rp31,93 miliar kepada 7.546 anak peserta.
Digitalisasi Sistem Layanan JKK
Henky juga mengungkapkan adanya pembaruan sistem layanan klaim JKK melalui (Electronic Pusat Layanan Kecelakaan Kerja), yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan proses pelaporan kecelakaan kerja hingga pembayaran tagihan kepada rumah sakit secara digital.
“Selama ini, klaim masih dilakukan secara manual di kantor cabang, sehingga prosesnya tidak tersistem dan sulit dimonitor. Dengan e-PLKK, semua proses, mulai dari pelaporan hingga pencatatan biaya dan penagihan, dapat diakses dalam satu sistem,” jelas Henky.
Ia menambahkan, pembaruan ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah layanan kepada peserta. Sistem baru ini juga dirancang dengan prinsip kerahasiaan data, kehati-hatian, dan keterbukaan.
Henky berharap seluruh Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) mendukung implementasi sistem baru ini, sehingga peserta tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan konfirmasi pelayanan kesehatan.
“Adaptasi digital ini merupakan langkah BPJS Ketenagakerjaan untuk menjawab tantangan era digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta,” pungkasnya.










