PotretBisnis.com, MEDAN – Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menggelar Bedah Buku ‘Before Too Late: Sumatera Forest Expedition’ karya Fotografer dan penulis buku Regina Safri di Aula kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Jalan SM Raja, Medan, Sabtu (19/10).
Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya fotografi alam bebas dan lingkungan terlebih bagi STIK-P yang telah banyak melahirkan para jurnalis, humas dan fotografer di Kota Medan.
“Kegiatan ini sangat manfaat bagi adik-adik mahasiswa, sebab STIK-P merupakan kampus yang mendapat kehormatan pertama sebagai lokasi roadshow”, ujar Rahmad.
Rahmad menambahkan acara Roadshow digelar selama empat hari mulai 19-22 Oktober 2019, yakni di Toko Consina Gatot Subroto Medan, Kampus Universitas Sumatera Utara dan terakhir di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Pembantu Ketua (Puket) I STIK-P Austin Antariksa Tumengkol SSos MIKom yang hadir pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada PFI Medan dan Narasumber Regina Safri serta dosen Fotografi STIK P Ferdy Siregar sebagai moderator acara.
“Kami sangat berterima kasih buat kawan-kawan PFI Medan dan Mbak Regina semoga diskusi ini menambah pengetahuan bagi para mahasiswa”, pungkas Austin
Sementara itu fotografer dan Penulis buku ‘Before Too Late’, Regina Safri berbagi pengalamannya sebagai fotografer alam bebas. Di hadapan audiens, Regina menceritakan observasi berhari-hari di dalam hutan, bertemu satwa liar, orangutan, dan alam bebas nan indah.

“Aku sangat bersyukur, banyak belajar, dan mengetahui pentingnya orangutan, gajah, dan hewan lainnya bagi keseimbangan alam kita. Aku juga belajar cara survive di alam bebas,” kata Rere, sapaan akrab Regina.
Dia mengungkapkan buku tentang lingkungan dan satwa di Sumatera itu terbit pada Februari 2019 lalu. Melalui buku tersebut, perempuan yang merupakan mantan fotografer Kantor Berita Antara itu ingin mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan.
“Sebenarnya aku seperti ini sedang kampanye menularkan virus peduli lingkungan,” ujar wanita yang pernah bertugas mengabadikan kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Sementara itu Bambang Saswanda Komunikasi Fasilitator Wilayah TFCA Sumatera menyebutkan banyaknya pembukaan lahan-lahan dan pemburu ilegal dapat mengakibatkan kerusakan habitat, Karena itu, pihaknya berharap pemerintah menguatkan sistem hukum guna mencegah kejadian tersebut terulang lagi.
Acara yang disponsori oleh PT INALUM (Persero), Coca Cola Amatil Indonesia, TFCA Sumatera, dan Consina tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata buku Before Too Late oleh Regina kepada Puket I STIK-P Austin Tumengkol SSos MIKom dan foto bersama. (PB/Rel PFI)











