Uji coba yang dilakukan ini adalah untuk mengejar target operasional secara komersial sesuai jadwal, yakni mulai Februari 2019.
PotretBisnis.com, MEDAN-Pengelola KualaTanjung Multipurpose Terminal, PT Prima Multi Terminal, melakukan kegiatan pemuatan peti kemas milik Unilever ke kapal Sinar Belawan sebagai uji coba pertama pengoperasian terminal.
Dalam kegiatan uji coba Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) ini puluhan peti kemas diangkat dari lokasi penumpukan (seaway) ke truk-truk pengangkut dan kemudian dipindahkan ke kapal. Dari pengamatan, pengangkatan peti kemas ke truk dan pemindahannya dari truk ke atas kapal dikerjakan dengan sistem dan peralatan otomatis.
“Pada hari ini kami melakukan uji coba untuk pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal,” ungkap Plt. Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo di sela-sela kegiatan uji coba, Selasa (27/11).
Dia menjelaskan, pada uji coba ini dilakukan kegiatan pengapalan kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Oleochemical Indonesia dengan tujuan pengiriman ke Jakarta dan Surabaya. Kargo diangkut menggunakan kapal KM Sinar Belawan berbobot 11.999 GT dengan panjang 145,65 meter yang berasal dari perusahaan pelayaran Samudera Indonesia.
Uji coba yang dilakukan ini adalah untuk mengejar target operasional secara komersial sesuai jadwal, yakni mulai Februari 2019. Dengan uji coba, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan dan PT Waskita Karya tersebut ingin menunjukkan kesiapan sarana dan prasana penunjang operasional Pelabuhan Kuala Tanjung.
Pada tahap awal, terminal Kuala Tanjung akan mampu melayani kegiatan ekspor hingga 600 kontainer setiap minggu. Untuk mendukung aktivitas pengapalan, terminal dilengkapi dermaga seluas 500×60 m dan trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m, serta dilengkapi rak pipa 4 linex8 inci.
Selain itu, terminal Kuala Tanjung juga dilengkapi sistem dan berbagai peralatan bongkar-muat modern. Antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal serta 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas maupun curah cair.
“Peralatan bongkar muat yang kami miliki menggunakan sistem digital dan salah satu yang paling canggih di Indonesia,” ujar Moedi.
Karena itu, lanjutnya, meskipun masih pada tahap uji coba, tetapi sudah ada beberapa perusahaan yang sudah berkomitmen memanfaatkan layanan terminal Kuala Tanjung. Di antaranya Unilever, Wilmar dan P&G yang telah berkomitmen melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India dan negara-negara di Asia lain, melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. (PB/Ycp)






